Sejak 2020 · Halaman kesehatan diperiksa dokter hewan

Panduan tentang merpati kota, merpati pos, dan merpati hias, serta orang-orang yang merawatnya.

Kesehatan · Waktu baca 4 menit

Kotoran merpati kuning: penyebab, pengobatan, dan pencegahan

Oleh Dan · Terbit pertama · Diperbarui

Kotoran kuning pada merpati adalah gejala, bukan penyakit. Penyebabnya bisa perubahan pakan (wortel segar serta sayur dan buah lain bisa mengubah warna kotoran), paparan zat beracun yang mengganggu hati, atau infeksi, paling sering salmonelosis (paratifoid). Diare kuning yang encer, apalagi jika bercampur darah, perlu segera diperiksakan ke dokter hewan burung. Warna kotoran (guano) adalah salah satu petunjuk utama kesehatan merpati.

Catatan: artikel ini berisi informasi umum dan tidak menggantikan saran dokter hewan burung atau petugas rehabilitasi satwa liar yang berizin. Jika Anda menemukan burung yang terluka atau sakit, hubungi dokter hewan atau penyelamat satwa di daerah Anda.

Apa penyebab kotoran kuning pada merpati?

Karena ini hanya gejala dan bukan penyakit, kami tidak bisa menyebutkan satu penyebab pasti kotoran kuning pada burung.

Ada banyak kemungkinan, mulai dari paparan zat beracun yang membuat hati merpati bekerja tidak normal (merpati tidak punya kantong empedu) sampai perubahan besar pada pakannya.

Beberapa makanan, seperti wortel segar serta sayur dan buah lain, bisa mengubah warna bahkan tekstur kotoran merpati Anda.

Namun kotoran kuning juga bisa menjadi tanda infeksi. Salah satu penyakit yang paling sering menimbulkan gejala ini pada burung adalah salmonelosis (paratifoid).

Paratifoid pada merpati

Merpati bisa terserang wabah salmonelosis yang mendadak dan parah, sampai beberapa ekor dalam satu kandang mati.

Jangan memberi merpati antibiotik atau obat lain lewat air minum atau pakan sebagai pencegahan rutin. Cara ini tidak menggantikan kebersihan yang baik dan justru membantu bakteri kebal obat menyebar. Jika Anda khawatir tentang merpati Anda, bawa ke dokter hewan burung.

Selain kotoran kuning, salmonelosis bisa menimbulkan gejala lain, misalnya:

  • Berat badan turun
  • Sangat haus
  • Pincang
  • Sering buang kotoran
  • Tidak bisa terbang

Karena diare encer, burung cepat kekurangan cairan, sehingga salmonelosis bisa mengancam nyawa.

Ada obat khusus untuk mengatasi wabah salmonelosis, tetapi segera hubungi dokter hewan jika merpati Anda diare encer berwarna kuning, apalagi jika ada garis-garis darah.

Cristina Vulpe, dokter hewan

Awalnya ditulis oleh dokter hewan kami, Cristina Vulpe, DVM, PhD. Diperbarui Oktober 2026.

Cristina memeriksa artikel kesehatan Pigeonpedia agar saran medisnya bisa dipercaya.

Bagaimana penyebab kotoran kuning didiagnosis?

Sekali lagi, ini gejala, bukan penyakit, jadi dokter hewan perlu berbagai pemeriksaan untuk menemukan penyebab sebenarnya.

Dokter bisa menduga satu hal dari gejala yang terlihat, tetapi jika ada penyakit bakteri, merpati Anda sebaiknya mendapat pengobatan yang tepat sasaran, bukan obat umum untuk berbagai penyakit sekaligus.

Resistansi antibiotik kini menjadi masalah besar bagi dokter dan dokter hewan, salah satunya karena banyak pemilik hewan mengobati burungnya sendiri tanpa berkonsultasi dengan ahli.

Akibatnya, mereka memberi antibiotik spektrum luas walaupun burungnya belum tentu terkena penyakit bakteri yang bisa diatasi dengan obat itu.

Salah satu pemeriksaan paling berguna untuk mencari tahu masalah kesehatan merpati adalah pemeriksaan feses.

bawa merpati Anda ke dokter hewan untuk pemeriksaan dan pengobatan

Pemeriksaan feses bisa menunjukkan apakah burung punya parasit di dalam tubuhnya.

Sampel yang sama juga bisa dipakai untuk mendeteksi kuman penyakit di dalam kotoran.

Sedikit feses dicampur dengan larutan lalu diletakkan di media pertumbuhan seperti agar atau kaldu. Campuran ini disimpan pada suhu 37 °C selama beberapa hari agar bakterinya sempat berkembang biak.

Setelah itu kuman diperiksa di bawah mikroskop dan, berdasarkan ciri-cirinya, digolongkan ke dalam kelompok tertentu.

Sesudah itu ahli mikrobiologi membuat antibiogram. Sampel bakteri diletakkan di cawan petri, lalu cakram kecil berisi antibiotik ditaruh di seluruh permukaannya.

Antibiogram adalah satu-satunya pemeriksaan yang bisa menunjukkan obat apa yang tepat untuk merpati Anda.

Apakah kotoran kuning bisa diobati?

Tergantung penyebab pastinya.

Parasit dan penyebab serupa biasanya bisa diatasi dengan obat yang tepat dari dokter hewan.

Jika merpati terpapar zat beracun dan kotoran kuning muncul karena kerusakan hati yang parah, dokter hewan belum tentu bisa menyelamatkannya.

Semuanya tergantung seberapa parah keracunannya, yaitu seberapa banyak zat yang tertelan dan bagaimana kondisi kesehatan merpati secara umum (yang memengaruhi reaksi tubuhnya).

kotoran merpati kuning

Jika dokter hewan memastikan penyebabnya salmonelosis, merpati Anda akan diberi antibiotik.

Dokter hewan akan memilih obat berdasarkan hasil pemeriksaan, sebaiknya antibiogram, bukan sekadar menebak.

Jika merpati tampak pulih dalam 2–3 hari, jangan langsung berhenti memberi obat.

Obat harus diberikan selama waktu yang dianjurkan dokter hewan, biasanya 5 sampai 10 hari, tergantung tingkat keparahan infeksi.

Cara mencegahnya

Merpati bisa tertular salmonela dari merpati liar, jadi risikonya tidak bisa dihilangkan sepenuhnya.

Namun salmonelosis yang parah biasanya muncul sebagai wabah akibat kebersihan yang buruk dan kandang yang terlalu padat.

Jika kandang Anda tidak cukup luas untuk jumlah merpati yang Anda pelihara, mereka akan hidup berdesakan.

Akibatnya, risiko mereka bersentuhan satu sama lain dan dengan cairan tubuh (termasuk kotoran) jauh lebih tinggi.

Membersihkan kandang secara rutin sangat dianjurkan.

bersihkan kandang merpati secara rutin untuk mengurangi risiko penyakit

Membersihkannya setiap pagi memang merepotkan, tetapi kebiasaan ini biasanya sangat efektif mencegah penyakit bakteri pada merpati.

Seminggu sekali, keluarkan merpati dan bersihkan kandang secara menyeluruh: bersihkan kotoran dan sisa-sisa dari lantai dan dinding kandang, lalu gunakan disinfektan, misalnya klorin.

Biarkan kandang terangin-angin beberapa jam sebelum merpati dimasukkan kembali.

Di negara empat musim, masalah ini lebih sering muncul di musim dingin karena kandang lebih sulit dibersihkan. Di Indonesia, musim hujan dan udara lembap juga membuat kandang lebih cepat kotor, jadi kebersihan tetap penting sepanjang tahun.


Sumber:

Panduan ini berisi informasi umum. Jika burung terluka atau sakit parah, segera bawa ke dokter hewan burung atau dokter hewan eksotik, atau ke tempat rehabilitasi satwa liar.

Kotoran juga bisa berwarna hijau, paling sering ketika merpati belum makan. Lihat kotoran merpati hijau dan panduan kotoran merpati kami.

Simpan kartu darurat merpati di kulkas

Simpan kartu darurat merpati di kulkas

Kartu siap cetak berisi langkah satu jam pertama saat menemukan merpati terluka atau jatuh, tanda-tanda kapan harus segera mencari bantuan, dan siapa yang dihubungi. Ada juga versi seukuran dompet.

Satu email sambutan, lalu satu email per bulan berisi artikel baru.

Terakhir diperbarui: 4 November 2026 · Kesehatan