Sejak 2020 · Halaman kesehatan diperiksa dokter hewan

Panduan tentang merpati kota, merpati pos, dan merpati hias, serta orang-orang yang merawatnya.

Jenis Merpati · Waktu baca 3 menit

Merpati Old Dutch Capuchine: panduan ras

Oleh Dan · Terbit pertama · Diperbarui

Merpati Old Dutch Capuchine adalah ras merpati hias yang dikenal karena jambul dan tudung bulunya yang khas. Ras ini dipelihara sebagai merpati hias dan kontes, dan cocok sebagai hewan peliharaan.

Asal-usul merpati Old Dutch Capuchine

Sesuai namanya, merpati Old Dutch Capuchine dikembangkan dalam bentuknya sekarang di Belanda.

Ras ini bukan asli Belanda. Asal-usulnya diyakini dari India dan Timur Tengah, tempat pelaut Belanda menemukan burung ini dan membawanya pulang, mungkin sudah sejak 1500-an.

Tudung bulu merpati Dutch Capuchine putih dari dekat

Sejarah ini didukung lukisan-lukisan Zaman Keemasan Belanda abad ke-17, yang sebagian tampaknya menggambarkan ras ini.

Ras ini juga diketahui tetap populer di Negeri-Negeri Rendah jauh setelahnya, karena Old Dutch Capuchine muncul di beberapa lukisan seniman Belgia Henri Voordecker (1779 sampai 1861).

Ras ini bisa dilihat dalam lukisan Boy and Girl With Their Pigeons in a Loft (opens in new tab).

Lukisan The Pigeons ini diberikan Ratu Victoria sebagai hadiah ulang tahun kepada Pangeran Albert pada 1841.

Persebaran dan habitat merpati Old Dutch Capuchine

Merpati Old Dutch Capuchine bisa dipelihara di hampir semua bagian dunia.

Ras ini tetap sangat populer di Belanda dan Jerman, dan konon juga punya penggemar di Malaysia dan Singapura.

Ras ini pertama kali didatangkan ke Inggris pada akhir 1950-an atau awal 1960-an dan ke Amerika Serikat sekitar 1960-an, dan tetap populer di kedua negara, yang masing-masing punya perkumpulan nasional Old Dutch Capuchine.

Penampilan merpati Old Dutch Capuchine

 Rentang sayapPanjangBobotWarna
Merpati Old Dutch Capuchine dewasa60 – 70 cm28 – 32 cm310 – 370 gKuning, putih, merah, dan hitam, loreng dan bergaris.
Merpati liar biasa64 – 72 cm32 – 37 cm300 – 500 gAbu-abu kebiruan dengan sedikit hitam.

Merpati Old Dutch Capuchine berukuran kecil sampai sedang.

Tubuhnya idealnya mendatar. Kepalanya bulat dan lebar di bagian belakang. Paruhnya sedang panjangnya dengan ujung sedikit melengkung.

Lehernya menyempit ke dada yang lebar dan penuh, yang saat berdiri tegak harus menonjol melewati ujung paruh, dan punggungnya lebar dari bahu.

Matanya yang hidup berwarna putih mutiara, dan sere-nya halus berwarna seperti kulit sampai merah.

Sayapnya terletak tinggi di tubuh, berbulu rapat, dan harus berakhir sekitar 1 cm sebelum ujung ekor, yang relatif pendek dibanding panjang tubuh.

Kakinya merah cerah, dan menurut standar ras, kaki dan jarinya tidak berbulu.

Merpati Dutch Capuchine putih

Ciri paling mencolok merpati Old Dutch Capuchine adalah tudung atau kerah bulu di sekitar leher. Tudung ini makin tegas karena ada roset berbentuk elips di kedua sisi leher.

Bagi sebagian orang, bulu hias ini mirip syal bulu (boa) yang mewah, dan bulu inilah yang mungkin melahirkan nama ras ini.

Bulunya tumbuh berbentuk tudung, mirip merpati Jacobin, menyerupai tudung jubah para biarawan kapusin (opens in new tab); cappuccio (opens in new tab) adalah kata Italia untuk tudung.

Merpati Old Dutch Capuchine bisa dibiakkan dalam beberapa warna, termasuk hitam, kuning, dan merah, dengan berbagai garis termasuk merah, kuning, dan hitam, serta dengan pola yang disebut tiger (loreng).

Rata-rata, bobot merpati Old Dutch Capuchine dewasa antara 310 dan 370 gram.

Sifat Old Dutch Capuchine

Selain penampilannya yang mencolok, merpati Old Dutch Capuchine juga berwatak sangat menyenangkan.

Ras ini terkenal sangat santai dan anggun secara alami, sehingga banyak yang menganggapnya ideal sebagai hewan peliharaan dan untuk pemula dalam hobi merpati.

Merpati Old Dutch Capuchine tidak butuh pelatihan perilaku khusus di luar yang biasa, jadi cocok bagi yang belum punya pengalaman luas untuk memelihara ras lain yang lebih rumit.

Pakan Old Dutch Capuchine

Pakan Old Dutch Capuchine sama dengan apa yang dimakan merpati pada umumnya. Pada dasarnya pakannya terdiri dari:

  • Campuran biji-bijian
  • Campuran serealia
  • Buah beri
  • Kacang

Untuk gizi terbaik dan variasi, pemilik bisa memberi sayuran cincang dan camilan seperti pisang, berondong jagung, dan ulat hongkong.

Pakan yang sehat juga berarti air segar yang selalu tersedia dan grit untuk membantu pencernaan.

Kawin dan pembiakan Old Dutch Capuchine

Karena termasuk merpati hias, pembiakan merpati Old Dutch Capuchine sangat diatur dan ditentukan oleh penghobi merpati.

Pemilik memilih pasangan berdasarkan ciri tertentu yang ingin dikembangkan pada generasi baru, biasanya ukuran, warna, dan sikap tubuh yang ideal.

Ras ini dikenal sebagai induk yang sangat baik dan bisa dipakai sebagai induk asuh untuk piyik dari ras yang kurang pandai mengasuh anak.

Merawat merpati Old Dutch Capuchine

Merpati ini tergolong tidak repot dan mudah dirawat jika Anda tahu dasar-dasar memelihara merpati.

Beberapa hal terpenting dalam merawat merpati Old Dutch Capuchine:

  • Tempat kering yang terlindung dari cuaca seperti hujan (dan salju di negara bermusim dingin).
  • Pakan bersih yang tersedia secara rutin.
  • Air yang tersedia secara rutin dengan mutu yang cukup baik untuk diminum manusia juga.
  • Tempat tinggal bersih dengan alas lantai yang baik, serta komitmen Anda untuk menjaganya tetap bersih dan bebas kontaminasi berbahaya.

Old Dutch Capuchine termasuk jenis merpati yang paling mencolok. Ras ini pilihan ideal jika Anda menginginkan burung kontes atau hewan peliharaan yang menawan.

Bisakah Anda membedakan Turbit dan Scandaroon?

Bisakah Anda membedakan Turbit dan Scandaroon?

Dapatkan poster ras merpati siap cetak: sembilan merpati, dari ras kontes sampai spesies liar, masing-masing dengan ciri pengenalnya.

Satu email sambutan, lalu satu email per bulan berisi artikel baru.

Terakhir diperbarui: 4 November 2026 · Jenis Merpati