Sejak 2020 · Halaman kesehatan diperiksa dokter hewan

Panduan tentang merpati kota, merpati pos, dan merpati hias, serta orang-orang yang merawatnya.

Kesehatan · Waktu baca 4 menit

Paramyxovirus merpati (PMV): yang perlu Anda ketahui

Oleh Cristina Vulpe · Terbit pertama · Diperbarui
Cristina Vulpe, dokter hewan

Awalnya ditulis oleh dokter hewan kami, Cristina Vulpe, DVM, PhD. Diperbarui Oktober 2026.

Cristina memeriksa artikel kesehatan Pigeonpedia agar saran medisnya bisa dipercaya.

Paramyxovirus (opens in new tab) merpati (PMV) adalah penyakit virus serius yang bisa cepat menyebar di kandang dan membunuh banyak burung. Virus ini adalah varian yang beradaptasi pada merpati dari virus penyebab penyakit tetelo (Newcastle disease) pada unggas, dan bisa menulari ayam. Sejak 2022 nama spesies resmi virus ini adalah Orthoavulavirus javaense; nama lamanya antara lain avian orthoavulavirus 1 dan avian avulavirus 1.

Catatan: artikel ini berisi informasi umum dan tidak menggantikan saran dokter hewan burung atau petugas rehabilitasi satwa liar yang berizin. Jika Anda menemukan burung yang terluka atau sakit, hubungi dokter hewan atau penyelamat satwa di daerah Anda.

Paramyxovirus merpati

Apa itu paramyxovirus?

Ini penyakit yang disebabkan virus. Virusnya diberi label PPMV1 (opens in new tab).

Penyakit ini menyebar sangat cepat, bisa membuat merpati sakit parah, dan sering berujung kematian. Karena sangat menular, Anda perlu bisa mengenali gejalanya dan memisahkan burung yang sakit.

Merpati yang terkena parah bisa mati dalam beberapa hari, jadi segera bertindak jika Anda curiga ada paramyxovirus di kawanan Anda.

Perlu diketahui juga bahwa walaupun jarang, virus ini bersifat zoonosis, artinya bisa menular ke manusia (biasanya hanya menyebabkan iritasi mata ringan), jadi Anda harus ekstra hati-hati saat memegang merpati yang terkena paramyxovirus.

Di banyak negara, termasuk Inggris, paramyxovirus merpati termasuk penyakit yang wajib dilaporkan. Di Inggris, burung yang terdiagnosis harus dilaporkan ke Animal and Plant Health Agency. Di Indonesia, tanyakan kepada dokter hewan tentang aturan pelaporan di daerah Anda.

Hasil Google: laporkan penyakit hewan wajib lapor ke Defra Rural Services Helpline (Inggris)

Gejala paramyxovirus

Setiap kali merpati Anda sakit, sebaiknya hubungi dokter hewan dan periksakan burungnya. Jika dokter hewan Anda tidak menangani merpati, cari dokter hewan burung atau klinik hewan eksotik, atau tempat penyelamatan satwa terdekat.

Dengan begitu Anda mendapat diagnosis dan bisa menerapkan cara perawatan yang tepat untuk burung Anda.

Gejala paramyxovirus antara lain

  • Muntah
  • diare hijau
  • Leher terpelintir
  • napas berat
  • kepala tersentak-sentak
  • mata berair
  • paruh berlendir
  • lesu
  • berputar-putar

Penularan paramyxovirus

Penyakit virus ini sangat mudah menular dan, begitu masuk, menyebar sangat cepat.

Virus dikeluarkan lewat kotoran merpati dan cairan tubuh lain, lalu mencemari lingkungan sekitar: wadah minum, tempat pakan, alas kandang, peralatan, dan juga pakaian manusia.

Artinya, virus ini mudah menyebar ke seluruh kandang.

Virus juga bisa terbawa ke kandang lain lewat alat angkut merpati yang tercemar dan para penghobi yang membawa virus di tangan, kaki, atau pakaian.

Paramyxovirus juga bisa menular dari merpati liar ke merpati peliharaan jika keduanya bersentuhan.

Sebagian sumber menyebut virus ini mungkin juga menular dari induk ke telur, walaupun hal ini belum terbukti kuat.

Virus bisa bertahan di lingkungan selama beberapa minggu, terutama saat cuaca sejuk.

Pengobatan paramyxovirus

Saat artikel ini ditulis, belum ada obat yang bisa menyembuhkan paramyxovirus.

Angka kematiannya bisa tinggi dan sebagian burung mati dengan cepat, tetapi banyak yang bertahan dengan terapi pendukung, walaupun pemulihannya bisa makan waktu beberapa minggu.

Cara terapinya antara lain memberi elektrolit, probiotik, dan zat pengasam, biasanya lewat air minum.

Anda bisa memberi perawatan pendukung untuk meningkatkan peluang merpati bertahan hidup.

Caranya antara lain memindahkan burung ke kandang tersendiri serta menjaganya tetap hangat dan nyaman. Mungkin Anda perlu menyuapi dan memberi minum merpati dengan tangan, tetapi jangan pernah memaksa, karena stres akibat dipaksa bisa memperburuk gejala.

Tujuan Anda adalah menjaga burung tetap nyaman dan mengatasi gejalanya.

Ingat bahwa walaupun merpati Anda pulih, paramyxovirus bisa meninggalkan komplikasi jangka panjang yang perlu Anda ketahui supaya bisa ditangani.

Cara mencegah paramyxovirus

Vaksinasi:

Vaksin paramyxovirus tersedia. Bicarakan dengan dokter hewan Anda.

Langkah biosekuriti (opens in new tab):

Kebersihan sederhana bisa membantu mencegah paramyxovirus:

  • Cegah merpati Anda bersentuhan dengan merpati liar
  • Cegah air dan pakan tercemar kotoran merpati liar
  • Isolasi atau karantina selama dua minggu setiap merpati baru, atau merpati yang pulang dari lomba dan kontes.
  • Batasi jumlah tamu yang masuk ke kandang
  • Jaga kebersihan kandang dan semua peralatan, termasuk peralatan untuk mengangkut merpati
  • Cuci tangan dan pakaian setelah memegang burung Anda
  • Terapkan biosekuriti yang baik saat mengunjungi kandang lain, kontes, dan lomba.

Kontak dengan burung lain:

Jika Anda melombakan merpati, ikutkan burung Anda hanya pada lomba yang mewajibkan semua merpati peserta sudah divaksin paramyxovirus.

Begitu juga untuk kontes: periksa syarat pendaftarannya untuk melihat apakah burung yang belum divaksin boleh ikut. Jika boleh, Anda perlu menimbang risikonya bagi burung Anda.

Jika Anda curiga ada merpati peserta kontes atau lomba yang terkena penyakit ini, laporkan ke otoritas terkait (di Inggris, Animal and Plant Health Agency; di Indonesia, tanyakan dokter hewan).

Ringkasan

  • Kenali gejala paramyxovirus
  • Laporkan setiap kasus penyakit ini sesuai aturan setempat
  • Vaksinasi merpati Anda terhadap paramyxovirus
  • Terapkan kebersihan dan biosekuriti yang baik.

Panduan ini berisi informasi umum. Jika burung terluka atau sakit parah, segera bawa ke dokter hewan burung atau dokter hewan eksotik, atau ke tempat rehabilitasi satwa liar.


Sumber:

Simpan kartu darurat merpati di kulkas

Simpan kartu darurat merpati di kulkas

Kartu siap cetak berisi langkah satu jam pertama saat menemukan merpati terluka atau jatuh, tanda-tanda kapan harus segera mencari bantuan, dan siapa yang dihubungi. Ada juga versi seukuran dompet.

Satu email sambutan, lalu satu email per bulan berisi artikel baru.

Terakhir diperbarui: 4 November 2026 · Kesehatan