Sejak 2020 · Halaman kesehatan diperiksa dokter hewan

Panduan tentang merpati kota, merpati pos, dan merpati hias, serta orang-orang yang merawatnya.

Kesehatan · Waktu baca 6 menit

Adenovirus pada merpati

Oleh Cristina Vulpe · Terbit pertama · Diperbarui
Cristina Vulpe, dokter hewan

Awalnya ditulis oleh dokter hewan kami, Cristina Vulpe, DVM, PhD. Diperbarui Oktober 2026.

Cristina memeriksa artikel kesehatan Pigeonpedia agar saran medisnya bisa dipercaya.

Infeksi adenovirus adalah penyakit menular pada merpati. Bentuk klasiknya terutama menyerang burung muda dan sering diperparah infeksi bakteri Escherichia coli.

Catatan: artikel ini berisi informasi umum dan tidak menggantikan saran dokter hewan burung atau petugas rehabilitasi satwa liar yang berizin. Jika Anda menemukan burung yang terluka atau sakit, hubungi dokter hewan atau penyelamat satwa di daerah Anda.

Apa penyebab adenovirus pada merpati?

Lama sekali penyakit ini hanya dikenal dalam bentuk klasiknya, yang kini disebut tipe I, yang terutama menyerang merpati muda.

Sejak tahun 1990-an, bentuk kedua, yaitu tipe II atau hepatitis nekrotik, makin sering dilaporkan. Tipe ini bisa menyerang merpati segala umur.

Sel adenovirus
Sel adenovirus

Tipe I mudah menular tetapi biasanya tidak mematikan. Burung muda bisa menunjukkan berbagai tanda, tetapi sebagian besar sembuh dalam satu atau dua minggu.

Tipe II lebih berbahaya, dan banyak burung yang terserang cepat mati.

Seberapa umum adenovirus pada merpati?

Infeksi ini sudah dilaporkan di banyak tempat, terutama di Eropa. Di banyak negara empat musim, tipe I bersifat musiman, dengan kasus terbanyak pada musim semi dan awal musim panas, saat burung muda mulai berlatih dan ikut lomba.

Tipe II bisa muncul pada waktu lain sepanjang tahun, termasuk musim dingin, baik pada merpati kontes maupun merpati balap.

Perjalanan ke lomba dan kontes memperburuk keadaan, karena burung ditempatkan berdekatan dan burung yang sakit mudah menulari yang lain.

Penyebab penyebaran adenovirus pada merpati

Virus ini keluar bersama kotoran, jadi berbagi kandang, tempat pakan, dan tempat minum yang sama adalah cara penyebaran utamanya. Virus ini diduga ada di banyak populasi merpati.

Penelitian menunjukkan bahwa stres dan kebersihan yang buruk membuat wabah kedua tipe lebih mungkin terjadi.

Adenovirus merpati

Pada tipe I, banyak burung di satu kandang bisa sakit (pernah dilaporkan sampai sekitar 80%), tetapi biasanya sedikit yang mati. Tipe II bisa membunuh sampai sekitar 30% burung di kandang yang terserang.

Morbiditas adalah persentase burung yang sakit; mortalitas adalah persentase burung yang mati.

Gejala

Tanda klinis yang biasa terlihat pada merpati yang sakit kebanyakan berkaitan dengan saluran pencernaan.

Muntah, diare encer, dan berat badan turun adalah tanda tipe I yang paling mencolok.

Ada masa inkubasi antara saat burung tertular dan saat ia mulai menunjukkan tanda klinis.

Ciri penting penyakit ini adalah sering muncul bersamaan dengan infeksi lain.

Virus ini merusak lapisan usus dan melemahkan pertahanan tubuh burung, sehingga bakteri bisa menimbulkan masalah lebih lanjut.

Infeksi ini sering disebut “sindrom adeno-coli” karena bakteri Escherichia coli juga terlibat dalam seluruh prosesnya.

Beberapa gejala lain yang bisa terlihat pada merpati yang terinfeksi:

  • Tidak mau makan
  • Bulu mengembang kusut
  • Muntah
  • Kotoran encer berwarna cokelat atau hijau
  • Tidak bereaksi terhadap suara atau burung di dekatnya
  • Sangat lemas

Tanpa pengobatan infeksi sekunder, sebagian burung bisa mati dalam sekitar dua minggu setelah tanda pertama muncul.

Pada tipe II, virus itu sendiri menyebabkan hepatitis nekrotik (kematian jaringan hati).

Burung dengan tipe II sering mati dalam 24 sampai 48 jam, dan ada yang mati tanpa menunjukkan tanda apa pun.

Pada burung yang lebih tua, bakteri lain seperti spesies Staphylococcus atau Streptococcus juga bisa menyebabkan infeksi sekunder.

Diagnosis

Mengisolasi kuman penyebabnya bisa cukup rumit, dan dokter hewan perlu membedakannya dari penyakit lain untuk memastikan merpati tidak sebenarnya terkena penyakit lain (seperti salmonelosis, heksamitiasis, atau paramyxovirus).

Di beberapa negara, seperti Jerman atau Belgia, tempat adenovirus pada merpati punya pola musiman yang jelas, diagnosis bisa didasarkan pada temuan klinis.

Mikroskop elektron transmisi (TEM) bisa memastikan adanya virus, tetapi biasanya hanya tersedia di sekolah kedokteran hewan dan laboratorium penelitian.

Pemeriksaan histopatologi klasik juga bisa dilakukan. Dalam hal ini, diagnosis didasarkan pada perubahan khas di dalam sel-sel hati.

Cara ini memperlihatkan banyak titik nekrosis (kematian sel) di hati, dan beberapa preparat apus juga memperlihatkan badan basofilik di dalam sel hati.

Beberapa laboratorium juga menawarkan uji PCR untuk adenovirus merpati.

Simpan kartu darurat merpati di kulkas

Simpan kartu darurat merpati di kulkas

Kartu siap cetak berisi langkah satu jam pertama saat menemukan merpati terluka atau jatuh, tanda-tanda kapan harus segera mencari bantuan, dan siapa yang dihubungi. Ada juga versi seukuran dompet.

Satu email sambutan, lalu satu email per bulan berisi artikel baru.

Bisakah adenovirus pada merpati diobati?

Tidak ada obat antivirus khusus, tetapi perawatan pendukung dan pengobatan infeksi sekunder bisa membantu banyak burung sembuh.

Pada merpati, adenovirus jarang bekerja sendiri.

Faktor dan kuman lain biasanya ikut menyebabkan gejala pencernaan yang kadang berujung kematian.

Pada tipe I, kematian sering disebabkan oleh septikemia (infeksi darah) akibat infeksi sekunder E. coli, bukan oleh virusnya sendiri.

Tipe II jauh lebih ganas, karena itu bisa membunuh merpati dewasa dalam 24 sampai 48 jam setelah tanda pertama muncul.

Adenovirus dari dekat

Pada tipe I, burung sering membaik jika dokter hewan meresepkan antibiotik untuk infeksi bakteri sekunder seperti E. coli.

Pakailah hanya obat yang diresepkan dokter hewan, karena beberapa obat yang dulu dipakai untuk merpati kini dilarang atau dibatasi di banyak negara.

Karena adenovirus sering muncul bersamaan dengan parasit, sebagian burung mungkin juga perlu diobati untuk parasit, berdasarkan hasil pemeriksaan.

Parasit merusak lapisan usus, yang mungkin memudahkan virus berkembang.

Seekor burung bisa terkena koksidiosis, adenovirus, dan infeksi E. coli sekaligus, dan gabungan ini sering mematikan.

Peluang bertahan hidup dan pemulihan

Keduanya sangat tergantung pada kesehatan umum burung.

Jika merpati sudah punya infeksi lain atau daya tahan tubuhnya lemah, kematian di kandang kemungkinan lebih tinggi daripada biasanya.

Tipe I kurang ganas dibandingkan tipe II, walaupun merpati muda yang diserangnya cenderung menunjukkan tanda yang lebih jelas.

Kematian pada kelompok umur ini biasanya rendah.

Tipe II lebih agresif dan menyebabkan penyakit akut pada burung segala umur. Mungkin juga sudah ada infeksi bakteri atau parasit sebelumnya tanpa disadari penghobi.

Sebagian penghobi memberi antibiotik pencegahan secara rutin, tetapi dokter hewan makin sering menyarankan untuk tidak melakukannya.

Pemakaian rutin mendorong resistansi antibiotik, jadi lebih baik mengobati berdasarkan diagnosis.

Walaupun adenovirus juga ada pada banyak merpati liar, merpati hias atau merpati balap mungkin tidak terserang jika dipelihara dalam kondisi baik, diberi pakan yang tepat, dan tidak terlalu sering mengalami keadaan yang membuat stres.

Stres tampaknya faktor penting, dan ini sesuai dengan pola musiman penyakit ini.

Pada musim lomba, merpati balap muda cenderung terkena sindrom adeno-coli. Cuaca dingin juga bisa membuat burung stres dan lebih rentan.

Pencegahan adenovirus

Memisahkan burung satu sama lain, terutama yang menunjukkan tanda klinis, perlu dilakukan untuk membatasi penyebaran virus dan bakteri sebisa mungkin.

Namun, cara ini tidak selalu efektif, apalagi karena adanya masa inkubasi. Saat burung mulai menunjukkan gejala, ia mungkin sudah menulari kawanan lainnya.

Burung yang sakit jangan diikutkan lomba: prestasinya akan turun dan ia bisa menulari burung lain.

Sayangnya, tidak ada cara yang sepenuhnya efektif untuk mencegah adenovirus pada merpati. Para penghobi disarankan menjaga kebersihan dengan sangat baik.

Burung baru sebaiknya dikarantina setidaknya dua minggu sebelum digabungkan dengan kawanan, untuk memastikan tidak membawa penyakit seperti adenovirus.

Pakan bergizi, kandang yang hangat dan kering, dan stres yang rendah membantu mencegah penyakit secara umum.

Tanyakan kepada dokter hewan sebelum memberi suplemen atau obat apa pun secara rutin.

Vaksin untuk Escherichia coli memang ada, tetapi kebanyakan dipakai untuk ayam dan kalkun.

Saat artikel ini ditulis, belum ada vaksin adenovirus untuk merpati yang tersedia luas.

Tanyakan kepada dokter hewan apakah ada vaksin atau produk pencegahan lain yang terdaftar untuk merpati di negara Anda.

Pembahasan

Sampai sekarang belum ada pengobatan khusus untuk adenovirus pada merpati, baik tipe I maupun tipe II.

Artinya, hal terbaik yang bisa Anda lakukan sebagai penghobi adalah menjaga kandang dalam kondisi sangat baik.

Burung mengeluarkan virus serta bakteri dan parasit sekunder lewat kotoran dan cairan tubuh lain, jadi bersihkan kandang secara rutin.

Selain itu, merpati bisa tanpa sengaja membawa kuman di kaki, bulu, paruh, atau kulitnya, terutama jika suka berada di tempat basah (di sekitar tempat minum).

Mencegah dan mengobati penyakit ini mungkin bisa dilakukan dalam keadaan tertentu, jadi bicarakan dengan dokter hewan jika Anda punya kekhawatiran.

Pengobatan biasanya menggabungkan obat untuk infeksi sekunder dan parasit dengan perawatan pendukung.

Dokter hewan mungkin juga menyarankan produk yang mendukung fungsi hati dan flora usus serta membantu mengatasi dehidrasi.

Beberapa disinfektan dibuat untuk dicampur ke air minum dan mungkin membantu membatasi penyebaran dalam kawanan; pakai hanya produk yang ditujukan untuk merpati dan ikuti petunjuk pada labelnya.

Panduan ini berisi informasi umum. Jika burung terluka atau sakit parah, segera bawa ke dokter hewan burung atau dokter hewan eksotik, atau ke tempat rehabilitasi satwa liar.


Sumber:

Simpan kartu darurat merpati di kulkas

Simpan kartu darurat merpati di kulkas

Kartu siap cetak berisi langkah satu jam pertama saat menemukan merpati terluka atau jatuh, tanda-tanda kapan harus segera mencari bantuan, dan siapa yang dihubungi. Ada juga versi seukuran dompet.

Satu email sambutan, lalu satu email per bulan berisi artikel baru.

Terakhir diperbarui: 4 November 2026 · Kesehatan