Sejak 2020 · Halaman kesehatan diperiksa dokter hewan

Panduan tentang merpati kota, merpati pos, dan merpati hias, serta orang-orang yang merawatnya.

Kesehatan · Waktu baca 3 menit

Panduan kotoran merpati: warna, yang normal, dan kapan harus khawatir

Oleh Dan · Terbit pertama · Diperbarui

Kotoran merpati yang normal punya bagian gelap yang padat dan melingkar (feses) dengan tudung putih berupa urat, yang setara dengan air seni pada burung. Kotoran hijau, kuning atau encer bisa menandakan penyakit, jadi kotoran adalah salah satu cara tercepat untuk memeriksa kesehatan merpati. Ini informasi umum: jika burung sakit, hubungi dokter hewan burung atau penyelamat merpati, dan baca gejala merpati sakit.

Catatan: artikel ini berisi informasi umum dan tidak menggantikan saran dokter hewan burung atau petugas rehabilitasi satwa liar yang berizin. Jika Anda menemukan burung yang terluka atau sakit, hubungi dokter hewan atau penyelamat satwa di daerah Anda.

Seperti apa kotoran merpati yang normal

Kotoran merpati dewasa yang sehat berupa bagian gelap yang padat dan melingkar (feses), biasanya cokelat, hijau keabu-abuan atau hijau tua, dengan tudung putih (urat). Mungkin ada sedikit cairan bening di sekitarnya. Warna pasti bagian gelapnya berubah menurut pakannya. Burung yang kebanyakan makan biji punya kotoran yang lebih padat dan gelap daripada yang banyak makan sayuran atau buah.

Piyik yang diloloh susu tembolok mengeluarkan kotoran yang lebih lunak dan encer, dan betina yang akan bertelur mengeluarkan satu gumpalan kotoran yang sangat besar. Keduanya normal.

Apakah merpati kencing?

Merpati membuang limbah cair, tetapi tidak sebagai aliran terpisah seperti mamalia. Burung tidak punya kandung kemih atau saluran kencing. Ginjalnya mengubah limbah nitrogen menjadi asam urat, dan feses, urat dan sedikit cairan semuanya keluar lewat satu lubang, yaitu kloaka di bawah ekor.

Kenapa kotoran merpati berwarna putih?

Bagian putihnya adalah urat, yang setara dengan air seni pada burung. Asam urat berupa pasta pucat, bukan cairan, sehingga menghemat air. Urat ini membungkus atau menempel di atas feses yang lebih gelap. Karena itu kotoran burung tampak putih dan menempel kuat di mobil dan bangunan.

Kenapa merpati banyak sekali buang kotoran?

Metabolisme merpati cepat dan ususnya pendek. Makanan cepat lewat, dan merpati tidak menyimpan kotoran lama-lama, jadi merpati buang kotoran berkali-kali sehari. Merpati makan berkali-kali sepanjang hari, sehingga kotorannya keluar terus. Kotoran juga menjadi penyebab utama tempat bersarang merpati jadi sangat kotor. Untuk cara membersihkannya, baca cara membersihkan kotoran merpati.

Bisakah merpati buang kotoran sambil terbang?

Bisa, tetapi kebanyakan kotoran keluar saat burung bertengger atau tepat saat lepas landas. Merpati tampaknya tidak menahan kotorannya lama, dan tenaga yang dikeluarkan saat lepas landas sering memicunya. Karena itulah orang yang berdiri di tengah kawanan yang tiba-tiba terbang sering kejatuhan kotoran.

Kotoran merpati hijau

Feses hijau tua dengan urat putih bisa normal, terutama pada burung yang makan sayuran. Perlu waspada jika kotoran berubah hijau terang atau hijau limau, berlendir atau encer, atau jika burung berhenti makan. Merpati yang sudah lama tidak makan mengeluarkan kotoran “kelaparan” yang kecil, hijau tua, dengan sedikit bagian padat. Itu tanda burung butuh makanan dan kehangatan.

Kotoran hijau terang dan encer bisa menyertai infeksi seperti paramyxovirus, trikomoniasis (goham), koksidiosis, infeksi bakteri atau gangguan hati. Warna saja tidak bisa menunjukkan penyebabnya, jadi pemeriksaan feses oleh dokter hewan adalah cara yang bisa diandalkan. Pisahkan burung dari yang lain selama menunggu.

Kotoran merpati kuning

Noda kuning pada urat, atau cairan kuning, bisa menandakan gangguan hati, yang penyebabnya bisa bermacam-macam, termasuk infeksi seperti paratifoid, trikomoniasis (goham) yang menyerang hati, atau racun. Sebagian makanan, seperti wortel dalam jumlah banyak atau suplemen tertentu, bisa mewarnai kotoran selama satu atau dua hari. Jika warnanya bertahan, atau burung bulunya mengembang dan diam saja, bawa ke dokter hewan.

Kotoran encer

Bercak basah yang lebar di sekitar kotoran yang selebihnya normal bisa disebabkan stres, panas, atau banyak minum. Merpati yang ketakutan, sedang dipegang atau sedang dalam perjalanan sering mengeluarkan kotoran encer untuk sementara. Kotoran encer yang berlanjut lebih dari sehari, atau disertai berat badan turun atau leher terpuntir, adalah tanda bahaya, dan paramyxovirus salah satu penyebab yang perlu dipastikan.

Kapan harus mencari bantuan

Hubungi dokter hewan atau penyelamat jika kotoran merpati tidak normal disertai salah satu hal berikut:

  • Bulunya mengembang, mengantuk atau tidak mau makan
  • Kotoran tetap hijau, kuning, berdarah atau encer lebih dari sehari
  • Berat badannya turun, atau tulang dadanya (lunas) terasa tajam
  • Lehernya terpuntir, kehilangan keseimbangan atau sulit mematuk makanan

Cuci tangan setelah memegang kotoran atau burung yang sakit. Kotoran merpati bisa membawa organisme yang memengaruhi manusia, terutama saat kotoran kering terusik. Baca apakah merpati membawa penyakit.

Kotoran hijau dibahas di kotoran merpati hijau, dan kotoran kuning di kotoran merpati kuning.

Simpan kartu darurat merpati di kulkas

Simpan kartu darurat merpati di kulkas

Kartu siap cetak berisi langkah satu jam pertama saat menemukan merpati terluka atau jatuh, tanda-tanda kapan harus segera mencari bantuan, dan siapa yang dihubungi. Ada juga versi seukuran dompet.

Satu email sambutan, lalu satu email per bulan berisi artikel baru.

Terakhir diperbarui: 4 November 2026 · Kesehatan