
Awalnya ditulis oleh dokter hewan kami, Cristina Vulpe, DVM, PhD. Diperbarui Oktober 2026.
Cristina memeriksa artikel kesehatan Pigeonpedia agar saran medisnya bisa dipercaya.
Paratifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella dan bisa membahayakan merpati kapan saja sepanjang tahun. Di negara empat musim, banyak penghobi paling sering melihatnya pada musim gugur dan musim dingin.
Catatan: artikel ini berisi informasi umum dan tidak menggantikan saran dokter hewan burung atau petugas rehabilitasi satwa liar yang berizin. Jika Anda menemukan burung yang terluka atau sakit, hubungi dokter hewan atau penyelamat satwa di daerah Anda.
Paratifoid termasuk penyakit bakteri yang paling umum pada merpati pos balap.

Mengapa paratifoid perlu diwaspadai?
Paratifoid termasuk penyakit yang paling sering menyerang merpati peliharaan, tetapi sering dilupakan pemiliknya.
Sebagian penghobi kadang menyebutnya “pembunuh diam-diam musim dingin”.
Penyakit ini bisa menyebar cukup cepat dalam satu kawanan merpati, membuat burung sakit dan mungkin sampai membunuh sebagian di antaranya. Di negara empat musim, penyakit ini sering muncul pada musim gugur dan musim dingin, setelah musim mabung, saat merpati lebih banyak berdekatan di dalam kandang.
Awalnya mungkin hanya sedikit burung, tetapi bisa cepat tidak terkendali. Penyakit ini juga menular secara vertikal, artinya induk bisa menularkannya lewat telur, sehingga piyik yang menetas sudah terinfeksi.
Sebagai pemilik burung, Anda perlu tahu cara mengenali dan mengendalikannya.
Apa itu paratifoid?
Paratifoid adalah infeksi bakteri pada usus dan aliran darah yang disebabkan Salmonella, paling sering Salmonella enterica serovar Typhimurium. Penyakit ini terutama menyebar lewat kotoran burung yang terinfeksi yang mencemari pakan, air, dan alas kandang, dan juga bisa menular dari induk ke anaknya.
Salah satu variannya, Salmonella Typhimurium var. Copenhagen, sangat cocok hidup pada merpati.
Penyakit ini bisa sulit dikendalikan karena ada burung yang membawa bakteri tanpa menunjukkan gejala. Ada juga burung yang tetap menjadi pembawa bakteri walaupun sudah diobati.
Cukup satu merpati yang terinfeksi untuk memulai masalah. Merpati pembawa ini mencemari kandang dengan kotorannya, lalu lama-kelamaan air, pakan, dan alas kandang ikut tercemar dan penyakit menyebar ke burung lain.
Sayangnya, bakteri ini tahan lama dan bisa bertahan di kotoran merpati dan debu selama berbulan-bulan.
Perjalanan penyakit
Infeksi dimulai di usus. Aliran darah lalu membawanya ke organ lain, termasuk hati, otak, limpa, dan paru-paru. Bakteri ini juga bisa menginfeksi sendi, otot, dan kulit.
Karena juga bisa menginfeksi indung telur, telur bisa ikut tercemar. Dalam telur yang terinfeksi, embrio bisa mati, atau piyik menetas dalam keadaan sudah terinfeksi. Piyik yang terinfeksi bisa mati, sering dalam 4 sampai 14 hari setelah menetas, atau bertahan hidup dan menyebarkan penyakit.
Merpati dewasa yang terkena paratifoid bisa mati, sembuh, atau menjadi pembawa yang tidak bergejala.
Gejala paratifoid
Gejalanya cukup banyak:
- Sendi sayap dan kaki bengkak
- Tidak mau makan
- Berat badan turun
- Sangat haus
- Sayap terkulai
- Bulu mengembang kusut
- Tidak mau terbang
- Kaki dan bulu ekor kotor
- Mata berair
- Keluar cairan dari hidung
- Diare
- Kotoran encer berwarna hijau
- Masalah perkembangbiakan
- Embrio atau piyik muda mati
- Kematian
Diagnosis paratifoid
Diagnosis ditegakkan dengan menemukan Salmonella pada burung. Biasanya dilakukan dengan kultur kotoran (sering lebih dari satu sampel, karena burung tidak terus-menerus mengeluarkan bakteri) atau cairan dari sendi yang bengkak. Beberapa laboratorium juga memakai PCR.
Bedah bangkai bisa dilakukan pada burung yang mati atau telur yang sudah dibuahi tetapi tidak menetas.
Pengobatan paratifoid pada merpati
Bertindak cepat saat salah satu merpati Anda sakit adalah cara terbaik untuk menjaga burung-burung lain tetap sehat dan aman.
Pengobatan yang biasa dilakukan adalah antibiotik yang diresepkan dokter hewan. Uji kultur dan kepekaan menunjukkan antibiotik mana yang ampuh melawan bakteri di kandang Anda.
Pisahkan merpati yang sakit dari kawanan untuk membantu membatasi penyebaran paratifoid.
Ikuti petunjuk dokter hewan dan habiskan seluruh rangkaian pengobatan. Pengobatan tidak selalu menghilangkan bakteri dari burung pembawa, jadi dokter hewan mungkin menyarankan pemeriksaan ulang kawanan setelahnya.
Setelah wabah paratifoid, kandang merpati perlu dibersihkan menyeluruh. Keluarkan semua burung dari kandang, lalu gosok dengan pembersih yang sesuai atau disinfektan.
Pencegahan
Mencegah selalu lebih baik daripada menunggu sampai ada merpati yang sakit paratifoid.
Karantina setiap merpati baru yang akan Anda gabungkan ke kawanan. Dengan begitu Anda bisa mengamati tanda-tanda penyakit dan menjauhkan merpati itu dari yang lain sampai Anda yakin ia sehat. Beberapa ahli menyarankan karantina ini dilanjutkan sampai merpati baru itu berhasil membesarkan satu kali anakan.
Menjaga kandang merpati tetap bersih dan higienis juga penting untuk mencegah penyakit, termasuk paratifoid. Bersihkan kotoran secara rutin. Tempat minum dan tempat pakan juga perlu dibersihkan dan diisi ulang secara rutin.
Vaksin paratifoid merpati tersedia di beberapa negara. Tanyakan kepada dokter hewan apakah vaksinasi masuk akal untuk kandang Anda.
Bisakah paratifoid merpati menular ke manusia?
Paratifoid adalah zoonosis, artinya bisa menular dari hewan ke manusia. Kasus yang berasal dari merpati jarang, tetapi anak kecil, orang lanjut usia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah lebih berisiko, jadi semua penghobi sebaiknya berhati-hati.
Langkah perlindungan yang perlu dilakukan:
- Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah memegang merpati
- Pakai pembersih tangan saat berada di kandang
- Jaga kandang tetap bersih dan pakai sarung tangan saat membersihkan alas kandang dan bahan lantai.
- Hindari menyentuh kotoran burung
- Siapkan pakaian dan sepatu khusus untuk dipakai saat bersama merpati, dan jauhkan barang-barang ini dari dalam rumah, terutama dari dapur.
- Periksa kotoran secara rutin supaya penyakit bisa diketahui sejak dini jika muncul pada burung Anda.
Paratifoid adalah masalah yang umum bagi penghobi merpati. Mengetahui cara mengenali, mengobati, dan mencegahnya adalah bagian dari menjaga kandang tetap sehat.
Panduan ini berisi informasi umum. Jika burung terluka atau sakit parah, segera bawa ke dokter hewan burung atau dokter hewan eksotik, atau ke tempat rehabilitasi satwa liar.
Sumber:
- https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7110632/ (opens in new tab)
- https://poultryhealthcentre.com/pigeon-paratyphoid/ (opens in new tab)
- https://racingpigeonlaboratorytesting.com/diseases/show/7/salmonella-paratyphoid.html (opens in new tab)
- https://www.versele-laga.com/en/gb/for-your-animal/racing-pigeons/moulting-period/paratyphoid-fever (opens in new tab)
Terakhir diperbarui: 4 November 2026 · Kesehatan
