Merpati yang sakit, entah merpati liar, peliharaan, atau wood pigeon di halaman, biasanya duduk diam dengan bulu mengembang, membiarkan orang mendekat, sedikit makan dan kotorannya mungkin tidak normal. Tanda umum lainnya adalah mata basah atau tertutup, napas berbunyi, benjolan di mulut, atau leher terpuntir. Burung menyembunyikan sakitnya sampai kondisinya sudah cukup parah, jadi merpati yang menunjukkan tanda-tanda ini biasanya perlu segera ditolong.
Catatan: artikel ini berisi informasi umum dan tidak menggantikan saran dokter hewan burung atau petugas rehabilitasi satwa liar yang berizin. Jika Anda menemukan burung yang terluka atau sakit, hubungi dokter hewan atau penyelamat satwa di daerah Anda.

Awalnya ditulis oleh dokter hewan kami, Cristina Vulpe, DVM, PhD. Diperbarui Oktober 2026.
Cristina memeriksa artikel kesehatan Pigeonpedia agar saran medisnya bisa dipercaya.

Tanda-tanda yang perlu diperhatikan
Perilaku
- Duduk dengan bulu mengembang dalam waktu lama, sering dengan mata setengah terpejam
- Tidak menjauh saat didekati
- Tidak makan, atau mematuk biji tetapi meleset
- Tidur di siang hari dengan kepala diselipkan
Kotoran
- Kotoran sangat encer, atau ada lingkaran basah yang lebar di sekelilingnya
- Kotoran hijau terang, kuning atau berdarah
- Kotoran kecil hijau tua dengan sedikit bagian padat, yang sering berarti burung belum makan
Panduan kotoran merpati menjelaskan seperti apa kotoran yang normal.
Kepala dan wajah
- Mata basah, bengkak atau tertutup
- Lendir atau gelembung dari lubang hidung
- Bercak kuning keputihan seperti keju di mulut atau tenggorokan (mungkin trikomoniasis/goham)
- Benjolan seperti kutil di sekitar mata, paruh atau cere (mungkin cacar burung)
Pernapasan
- Bernapas dengan paruh terbuka padahal tidak kepanasan
- Napas berbunyi klik atau grok-grok, atau ekor naik turun setiap bernapas
Gerakan
- Kepala atau leher terpuntir, menengadah terus, berputar-putar atau jatuh (mungkin PMV-1, yang sering disebut tetelo)
- Sayap terkulai atau sendi bengkak
- Pincang atau jari kaki melengkung (baca kenapa kaki merpati sering rusak)
Kondisi tubuh
Raba tulang dadanya (lunas) dengan lembut. Pada merpati sehat, tulang ini tertutup otot yang padat. Tulang dada yang tajam dan menonjol berarti burung sudah kehilangan berat badan.
Yang bisa Anda lakukan sekarang
- Tangkap burung dengan handuk dan masukkan ke kardus berlubang udara yang dialasi handuk.
- Simpan di tempat yang hangat, gelap dan tenang.
- Jauhkan dari burung lain, karena beberapa penyakit merpati menular.
- Cuci tangan setelah memegangnya.
- Hubungi dokter hewan atau penyelamat merpati. Untuk langkah selanjutnya, baca apa yang harus dilakukan jika menemukan merpati terluka.
Kapan harus ke dokter hewan burung atau menghubungi penyelamat
Cari bantuan pada hari yang sama jika merpati:
- bulunya mengembang dan tidak mau makan
- bernapas dengan susah payah
- tidak bisa berdiri, terus jatuh atau lehernya terpuntir
- kotorannya berdarah
- habis ditangkap kucing
Jika burung menunjukkan tanda flu burung, seperti kepala bengkak, mata tertutup dan gerakan tidak terkoordinasi, jangan memegangnya. Di Indonesia, hubungi dokter hewan atau dinas setempat. Di Inggris dan Wales, RSPCA meminta Anda menelepon mereka di 0300 123 8960.
Di luar Indonesia: di Amerika Serikat, laporkan burung liar yang sakit atau mati ke lembaga satwa liar negara bagian (lihat panduan USDA jika menemukan burung liar mati (opens in new tab)). Di Kanada, laporkan ke Canadian Wildlife Health Cooperative (opens in new tab). Di Australia, hubungi Emergency Animal Disease Hotline di 1800 675 888. Di Selandia Baru, hubungi Ministry for Primary Industries di 0800 80 99 66 jika Anda menemukan tiga atau lebih burung sakit atau mati di satu tempat. Di Irlandia, pakai aplikasi Avian Check (opens in new tab) dari Department of Agriculture.
Panduan ini membantu Anda menolong merpati? Pigeonpedia gratis, tanpa paywall. Jika panduan ini menolong Anda di saat genting, sekitar Rp50.000 (£2) untuk sekantong biji-bijian burung membantu kami terus menulis panduan.
Tanya jawab
Kenapa ada merpati duduk di tanah dan tidak bergerak?
Mungkin sakit, terluka, burung muda yang baru belajar terbang, atau sedang beristirahat karena kedinginan. Baca merpati diam tidak bergerak.
Bagaimana saya tahu merpati sedang sekarat?
Baca tanda merpati sekarat.
Apakah aman menyentuh merpati yang sakit?
Risikonya rendah jika Anda memakai sarung tangan atau mencuci tangan sesudahnya. Baca apakah merpati membawa penyakit.
Sumber
- RSPCA (Inggris): Injured pigeon, what to do and how to help (dalam bahasa Inggris) (opens in new tab)
- Merck Veterinary Manual: Viral diseases of pet birds (dalam bahasa Inggris) (opens in new tab)
- Bacterial and parasitic diseases of Columbiformes (Vet Clin Exot Anim, via PMC, dalam bahasa Inggris) (opens in new tab)
- University of Florida IFAS: Pigeon canker (VM032) (dalam bahasa Inggris) (opens in new tab)
Terakhir ditinjau: 21 Oktober 2026
Terakhir diperbarui: 4 November 2026 · Kesehatan
