
Awalnya ditulis oleh dokter hewan kami, Cristina Vulpe, DVM, PhD. Diperbarui Oktober 2026.
Cristina memeriksa artikel kesehatan Pigeonpedia agar saran medisnya bisa dipercaya.
Telur merpati bisa dirawat dengan menyimpannya dalam inkubator bersuhu 37,2 sampai 37,5 °C dengan kelembapan sekitar 55 sampai 60%, yang memberi peluang terbaik untuk menetas. Langkah-langkah di bawah ini membahas cara merawat telur yang Anda temukan dan cara mengetahui apakah ada piyik hidup di dalamnya.
Yang harus dilakukan jika menemukan telur merpati yang ditinggalkan
Jika Anda menemukan telur merpati yang ditinggalkan, pertama-tama Anda perlu memastikan apakah ada piyik hidup di dalamnya.
Cara mengetahui apakah ada piyik hidup di dalam telur
Ada beberapa cara untuk mengetahuinya:
1. Dengarkan telurnya
Ketuk telur dengan pelan dan dengarkan baik-baik apakah ada suara. Jika telur sudah hampir menetas dan ada piyik hidup di dalamnya, kemungkinan Anda akan melihat atau mendengar gerakan.
2. Candling (meneropong telur)
Cara terbaik untuk mengetahui apakah telur dibuahi atau ada piyik hidup di dalamnya adalah dengan teknik yang disebut candling, yaitu meneropong telur dengan cahaya.
Caranya, masuk ke ruangan gelap dan sorotkan cahaya terang ke telur dari bawah. Jika telur dibuahi dan sedang berkembang, Anda akan melihat pembuluh darah terbentuk di dalam telur dan bercak gelap di tengahnya.
Jika tidak ada pembuluh darah, telur itu tidak dibuahi.
Jika piyik sudah mati di dalam telur, Anda mungkin melihat cincin darah merah (“blood ring”), atau bayangan piyik tampak bebercak dan tidak bergerak lagi.
Hubungi pihak yang menangani satwa liar untuk merawat telur
Jika ada piyik hidup di dalam telur, Anda bisa menghubungi tempat rehabilitasi satwa liar atau penyelamat merpati setempat untuk menanyakan apakah mereka bisa merawat telur itu.
Mereka mungkin bisa menetaskannya, lalu mencarikan rumah baru atau melepaskan merpati itu saat sudah siap.
…atau rawat telurnya sendiri
Jika Anda akan merawat telur sendiri, Anda perlu mencari tempat yang aman dan hangat untuk menyimpannya.
Inkubator adalah solusi yang ideal untuk ini.
Kotak kardus sederhana dengan lampu pemanas juga bisa, tetapi Anda harus terus memeriksa suhunya.
Baik Anda memakai inkubator telur merpati maupun kotak dan lampu pemanas, pastikan suhunya tetap antara 37,2 °C dan 37,5 °C supaya telur berkembang dengan aman.

Jika memakai inkubator, atur kelembapannya sekitar 57% (kurang lebih).
Telur merpati biasanya menetas 18 hari setelah dikeluarkan induknya, jadi periksa perkembangan telur Anda secara rutin. Tergantung berapa lama telur itu sudah dierami sebelumnya, telur bisa menetas dalam sehari atau sampai sekitar dua setengah minggu.
Saat telur merpati Anda menetas, Anda harus siap merawat anak merpati yang baru menetas, jadi jangan lupa membaca artikel kami tentang hal itu!
Bolehkah menyentuh telur merpati?
Menyentuh telur merpati itu aman. Induk merpati tidak menolak telurnya hanya karena pernah disentuh manusia, jadi jika telur baru ditinggalkan sebentar, induknya bisa kembali mengeraminya seperti biasa.
Yang perlu Anda perhatikan saat menyentuh telur merpati hanyalah menjaga tangan tetap bersih dan berusaha agar makanan atau cairan tidak menempel di cangkangnya, karena hal itu bisa memicu pertumbuhan bakteri yang dapat membunuh embrio yang sedang berkembang di dalam selaput pelindungnya jika dibiarkan terlalu lama.
Berapa lama telur merpati bisa bertahan tanpa dierami?
Telur yang belum mulai berkembang bisa bertahan beberapa hari tanpa dierami, tetapi begitu embrio berkembang, dibiarkan dingin lebih dari beberapa jam bisa membunuhnya.
Faktor kunci yang menentukan berapa lama telur bisa bertahan tanpa dierami adalah suhu.
Saat cuaca lebih hangat, telur lebih lambat mendingin dan mungkin bertahan lebih lama.
Saat cuaca dingin, telur yang sedang berkembang mungkin hanya bertahan beberapa jam.
Pakai cara candling (yang disebut di atas) untuk mengetahui apakah telur masih hidup.
Sumber:
Cara air hangat untuk menetaskan telur: 6 langkah sederhana
Cara air hangat adalah cara untuk membantu telur yang sudah lewat waktu agar menetas.
Jika telur merpati Anda belum menetas dalam 18 hari seperti biasanya, kemungkinan ada masalah.
Inkubator mungkin membantu, tetapi tidak selalu, dan tidak semua orang punya inkubator.
Kadang disebutkan bahwa hanya sekitar separuh telur yang dimasukkan ke inkubator benar-benar menetas.
Cara air hangat adalah cara alternatif untuk membantu piyik menetas.
Anda perlu menjaga suhu antara 37,2 °C sampai 37,5 °C untuk mendukung perkembangan telur.
Anda perlu membalik handuk setiap 6–8 jam supaya panasnya sampai ke seluruh telur. Ini juga penting supaya embrio tidak menempel di sisi cangkang.
Basahi lagi handuk dengan air hangat setiap kali Anda membaliknya, dan semoga anak merpati Anda menetas dalam satu atau dua hari.
Ada berbagai alasan mengapa telur merpati tidak menetas dalam waktu biasanya dan mengapa mungkin tidak menetas sama sekali.
Di antaranya:
- Telur mungkin tidak dibuahi. Merpati betina bisa bertelur tanpa kawin dengan jantan, tetapi tanpa pembuahan, telur tidak akan menetas. Merpati sering mengerami telur yang tidak subur selama waktu biasanya, lalu meninggalkannya.
- Kadang induk muda yang baru pertama kali bertelur belum berpengalaman mengerami telurnya.
- Pasangan induk bergantian mengerami telur. Biasanya jantan mengerami dari pertengahan pagi sampai sore, sedangkan betina mengerami sisa hari itu dan sepanjang malam. Jika karena suatu kecelakaan salah satunya tidak kembali, induk yang tersisa biasanya tidak bisa menyelesaikan pengeraman sendirian. Penetasan biasanya membutuhkan dua induk.
- Merpati betina biasanya bertelur dua butir. Jika hanya ada satu telur di sarang, mungkin induk menunggu telur kedua keluar sebelum mulai mengerami. Ini perilaku yang cukup normal, bukan berarti telurnya ditinggalkan.
- Telur yang belum mulai berkembang bisa bertahan beberapa hari tanpa dierami, tetapi telur yang sedang berkembang jauh lebih rentan terhadap dingin.
- Merpati betina mungkin berhenti mengerami telur yang tidak berkembang dengan baik.
- Telur yang gagal menetas akhirnya ditinggalkan, biasanya beberapa hari setelah perkiraan tanggal menetas.
- Burung mungkin ditakuti pemangsa atau ancaman lain yang membuatnya meninggalkan sarang.
- Betina yang pasangannya mati bisa berpasangan dengan jantan lain dan meninggalkan telur pertamanya.
Lihat juga: Mengapa merpati tidak mau mengerami telurnya: 5 alasan
Terakhir diperbarui: 4 November 2026 · Piyik Merpati
