Merpati membantu lingkungan terutama sebagai penyebar biji, khususnya spesies pemakan buah di hutan tropis, dan sebagai pakan bagi predator di tingkat rantai makanan yang lebih tinggi. Dampaknya pada lingkungan sering lebih kecil daripada yang dikira orang: di kebanyakan kota, merpati hidup berdampingan dengan satwa liar asli tanpa masalah besar, walaupun di beberapa tempat merpati liar bersaing dengan burung asli atau menularkan penyakit kepada mereka.
1. Membantu menyebarkan biji
Banyak orang tahu bahwa berkurangnya lebah berdampak pada penyerbukan di seluruh dunia, tetapi merpati juga punya peran dalam tatanan alam.
Merpati membantu menyebarkan biji di berbagai lingkungan tempat mereka hidup.

Biji-bijian adalah bagian terbesar pakan merpati, dan mereka menelan sangat banyak jenis biji.
Saat merpati membuang kotoran di berbagai tempat yang mereka datangi, beberapa biji selamat dalam perjalanan itu dan bisa tumbuh di tempat jatuhnya, walaupun merpati pemakan biji menggiling sebagian besar biji yang dimakannya di empedal yang berotot. Merpati pemakan buah, seperti walik (fruit dove) dan pergam (imperial pigeon), menelan buah utuh dan menyebarkan bijinya ke mana-mana, sehingga mereka menjadi penyebar biji yang penting di hutan tropis.
Ini membantu menjaga dan menambah keragaman tumbuhan di berbagai tempat yang dilintasi merpati. Kotoran merpati juga pupuk yang sangat baik untuk tanah, dan kotoran merpati bisa dikomposkan (opens in new tab).
2. Merpati adalah sumber pakan bagi predator
Mungkin bukan peran yang diinginkan merpati sendiri, tetapi kenyataannya mereka adalah sumber pakan utama di dunia hewan.
Banyak jenis burung pemangsa bergantung pada merpati untuk memenuhi kebutuhan pakannya, dan ini terjadi di seluruh dunia.

Bagi pencinta merpati, fakta ini tidak enak dipikirkan, tetapi kita juga tidak bisa mengabaikan peran merpati dalam rantai makanan dan siklus kehidupan.
Merpati yang melimpah juga membantu burung seperti alap-alap kawah (peregrine falcon), yang populasinya pulih di Inggris dan kini bersarang di banyak kota, tempat merpati menjadi bagian besar pakannya.
Merpati adalah sumber pakan yang vital bagi banyak predator di seluruh dunia.
3. Merpati bisa membantu mengendalikan sebagian gulma
Mencabut gulma termasuk pekerjaan berkebun yang dibenci kebanyakan orang, tetapi merpati sedikit membantu kita lewat kebiasaan makannya.

Merpati memakan biji dan daun banyak jenis gulma, termasuk thistle (sejenis tanaman berduri), yang bisa membantu mengendalikan sebagian gulma.
Beberapa jenis thistle digolongkan sebagai gulma berbahaya, jadi apa pun yang membatasi penyebarannya patut disambut.
4. Merpati membersihkan sisa makanan
Tidak perlu dikatakan lagi bahwa manusia adalah spesies yang jorok. Semua orang tahu kerusakan yang sudah dan masih ditimbulkan sampah kita pada lingkungan.
Merpati mungkin tidak bisa berbuat apa-apa terhadap masalah plastik (opens in new tab), tetapi mereka pembersih jalan yang efektif, yang dengan senang hati memakan sisa makanan yang dibuang manusia di jalan-jalan kota.

Merpati mau makan hampir semua makanan yang kita jatuhkan atau buang, walaupun burger atau ikan dan kentang goreng sama tidak sehatnya bagi mereka seperti bagi kita.
Perlu juga disebutkan bahwa walaupun jumlahnya sangat banyak (dan dianggap mengganggu oleh manusia), merpati biasanya menimbulkan kerusakan lingkungan yang lebih kecil daripada yang diperkirakan orang.
Di kebanyakan kota, merpati hidup berdampingan dengan satwa liar asli tanpa masalah besar, walaupun di beberapa tempat merpati liar bersaing dengan burung asli atau menularkan penyakit kepada mereka.
5. Manfaat lain merpati
Jangan lupa, manusia sudah menjinakkan merpati selama ribuan tahun. Merpati sangat berharga untuk komunikasi di masa awal, bahkan sampai Perang Dunia II.
Merpati berperan besar dalam membawa pesan dan informasi pada Perang Dunia I, dan dulu bahkan dipakai untuk membawa sampel medis antar-rumah sakit.
Merpati juga memberi banyak kegembiraan bagi banyak orang.
Ribuan penghobi merpati menyayangi burung ini dan memeliharanya, dan ada klub serta perkumpulan merpati di seluruh dunia dengan banyak sekali pameran dan kontes setiap tahun.
Belum lagi jumlah pemilik merpati pos.
Manfaat merpati dari sisi ini tidak boleh diremehkan.
Manusia sering menilai sesuatu dari harganya, dan ketika merpati pos termahal di dunia terjual pada tahun 2020 seharga €1,6 juta (sekitar US$1,9 juta), tidak bisa dibantah bahwa merpati itu berarti.
Dampak buruk merpati bagi lingkungan
Itulah manfaat utama merpati bagi lingkungan kita, tetapi bagaimana dengan sisi sebaliknya?
Apa dampak buruk merpati pada lingkungan sekitarnya?
1. Kerusakan bangunan
Karena merpati makin nyaman hidup di perkotaan di antara bangunan manusia, mereka sudah terbiasa bersarang di dalam maupun di luar bangunan.

Bangunan memang bisa menjadi tempat yang aman dan kokoh bagi mereka, tetapi merpati bisa merusak bagian dalam dan luar bangunan itu.
2. Kotoran yang berbahaya
Kotoran merpati memang bisa menjadi pupuk yang baik untuk tanah, tetapi bagi manusia yang bersentuhan dengannya, kotoran merpati bisa membahayakan kesehatan.
Kotoran kering bisa mengandung jamur dan bakteri yang menyebabkan penyakit jika debunya terhirup, jadi tumpukan kotoran yang banyak harus dibersihkan dengan hati-hati.
Selain itu, sifat kotoran yang asam lama-lama juga bisa mengikis batu lunak dan pasangan bata.
Jadi, ada sisi baik dan buruk dari peran merpati bagi lingkungan, tetapi menurut kami manfaatnya dalam menyebarkan biji dan mengendalikan gulma lebih besar daripada dampak buruknya.
Terakhir diperbarui: 4 November 2026 · Fakta
