Antwerp Smerle adalah salah satu merpati utama yang dipakai untuk membentuk merpati pos yang kita kenal sekarang.
Merpati ini terkenal karena corak warnanya yang khas dan paruhnya yang unik. Antwerp Smerle termasuk merpati hias, sangat jinak, dan sedikit lebih cerdas dibanding merpati lain pada umumnya.

Asal-usul Antwerp Smerle
Burung ini diperkirakan berasal dari Belgia berabad-abad lalu dan pertama kali disebut pada paruh kedua abad ke-19, karena terlihat di berbagai daerah di Antwerpen.
Penghobi Belgia membentuk klub khusus Antwerp Smerle dan menerbitkan standar kontes pada 1924, dan sejak awal 1920-an ras ini diekspor ke Inggris.
Merpati Smerle masuk ke Inggris, tetapi peternak Inggris kurang menyukai kepalanya yang bentuk, tipe, dan ukurannya lebih mirip kerabat liarnya.
Ras Belgia ini lalu disilangkan secara selektif dengan merpati Turbit untuk mendapatkan kepala dan paruh yang lebih bagus. British Antwerp Smerle Club didirikan pada 1932.
Menurut sebagian catatan sejarah ras, penghobi Amerika kemudian mencoba menciptakan kembali tipe aslinya untuk memperluas keragaman genetiknya.
Catatan itu menyebut caranya dengan menyilangkan Turbit dengan merpati pos, tetapi hal ini kurang terdokumentasi, dan Antwerp Smerle masih jarang ditemukan di Amerika Serikat.
Di Amerika Serikat, burung ini masuk kelompok ras “flying” dan digolongkan sebagai merpati hias.
Penampilan Antwerp Smerle
Merpati hias ini berukuran kecil, seperti merpati pos. Betinanya berbobot sekitar 285 g, sedangkan jantannya sekitar 319 g.
Tubuh Antwerp Smerle kekar dengan posisi badan agak tegak (ciri yang juga terlihat pada merpati German owl dan Chinese owl), kepala bulat, dan mata gelap.
Penampilannya sangat mirip dengan merpati Aachen Lacquer Shield Owl.
Ciri khasnya adalah bulu berbentuk dasi atau jabot yang tumbuh di bagian depan leher. Paruhnya pendek dan membesar di pangkal, dan garis mulutnya terlihat jelas.
Bentuk tubuhnya kecil dan padat, dengan warna berbentuk huruf V (termasuk putih) di tengkuk.
Sebagian besar jenis merpati ini bertubuh, berkepala, berekor, dan berkaki putih, bahkan dadanya pun bisa putih.
Sayapnya bisa berwarna biru, krem, perak, kuning, hitam, atau merah.
Variasinya cukup beragam; pada sebagian burung, warna sayap meluas sampai ke dada dan leher.
Jumbai di dadanya kadang ada, kadang tidak, dan burung tanpa jumbai pun tetap bisa tergolong Antwerp Smerle.
Paruhnya yang melengkung
Ciri paling mencolok dari Antwerp Smerle adalah paruhnya yang kecil dan mirip paruh anak burung beo, serta corak dan warna sayapnya yang sangat kaya dan cerah.
Piyiknya tampak punya paruh yang agak tidak beraturan, lalu tumbuh hingga ada semacam tudung di atas paruh yang sering tertutup bulu halus.
Paruhnya pendek dan membesar di pangkal, dan tampak makin besar berkat tudung berbulu halus itu. Karena cara bulunya tumbuh, garis mulutnya terlihat sangat jelas.
Burung yang tidak punya tudung berbulu di atas paruhnya tampak sedikit lebih ramping saat dipegang.
Sebagian Antwerp Smerle tidak punya tudung yang jelas di atas paruh, sebagian lagi tidak punya jumbai di dada, tetapi tetap digolongkan sebagai Antwerp Smerle jika memenuhi ciri ras lainnya.
Beternak Antwerp Smerle
Untuk beternak merpati jenis ini, Anda perlu kandang kering yang melindunginya dari segala cuaca.
Pastikan Anda tahu mana yang betina dan mana yang jantan, agar bisa memisahkan atau menjodohkannya.
Jika burung perlu kandang umbaran, pilih yang cepat kering.
Anda memerlukan bahan sarang yang aman untuk merpati, air yang layak minum bagi manusia, dan area penangkaran harus selalu terlindung dari pemangsa yang terbang maupun yang berjalan.
Saat musim kawin, berikan mineral dan pakan yang tidak terkontaminasi.
Sifat Antwerp Smerle
Jika dibiasakan sejak kecil, merpati ini cukup jinak.
Merpati yang jinak tidak keberatan berada di dekat manusia, dan sebagian Antwerp Smerle yang sangat jinak menunjukkan kecerdasan di atas rata-rata, misalnya bisa membedakan orang satu per satu. (Klaim bahwa merpati mengenali dirinya di cermin masih diperdebatkan; kebanyakan merpati menganggap bayangannya sebagai burung lain.)
Sifatnya mirip merpati pos, hanya jauh lebih jinak, dan burung yang dibesarkan di kandang kemungkinan besar sulit bertahan hidup sendiri di alam liar.
Merpati ini hampir tidak perlu dirawat bulunya asalkan kandangnya dibersihkan secara rutin.
Sumber:
Terakhir diperbarui: 4 November 2026 · Jenis Merpati
