Bulu merpati perlu dirawat.
Merpati merapikan bulunya sendiri dan rutin merawat bulunya, tetapi sebagai pemilik Anda juga bisa memandikan merpati agar kondisinya tetap prima dan kotoran yang membandel lepas dari bulunya.
7 langkah memandikan merpati:
Untuk memandikan merpati, Anda butuh:
- Baskom plastik
- Sampo bayi
- Kain lembut
- Sikat gigi berbulu halus
- Handuk
Ikuti langkah-langkah berikut:
1. Isi baskom dengan air
Isi baskom dengan air hangat suam-suam kuku setinggi 7-10 cm. Ukuran yang pas untuk tempat mandi merpati kira-kira 30 x 30 cm. Anda bisa menaruh beberapa kerikil di dasarnya sebagai pijakan burung.

2. Tambahkan sampo
Jika bulunya sangat kotor, tambahkan sampo lembut sedikit saja (sampo bayi cocok). Untuk mandi rutin, air biasa sudah paling baik.

3. Masukkan merpati ke dalam air
Letakkan merpati di tempat mandi, atau bujuk agar ia masuk sendiri, tergantung wataknya. Sebagian pemilik suka membasahi merpatinya dulu dengan botol semprot sebelum burung masuk ke air.

4. Mandikan
Mandikan merpati dengan lembut selama sekitar 5 menit. Jika merpati buang kotoran saat mandi, segera ganti airnya.

5. Sikat kotorannya
Bagian yang berlumpur atau bernoda bisa dibersihkan dengan kain lembut atau tisu dapur dan sedikit sampo. Anda juga bisa memakai sikat gigi berbulu halus, asalkan menyikat searah helai bulu.

6. Bilas
Bilas dengan air bersih sampai tidak ada sisa sampo.

7. Keringkan dengan handuk
Angkat burung dari tempat mandi dan keringkan pelan-pelan dengan handuk, ditepuk-tepuk, bukan digosok.

Campuran air mandi
Anda mungkin ingin menambahkan sesuatu ke air mandi untuk kesehatan burung.
Campuran air mandi yang sering dipakai untuk merpati:
- Obat mandi merpati: dijual daring dan di toko perlengkapan hewan, terutama untuk membantu mengendalikan parasit luar seperti tungau dan kutu. Ikuti petunjuk di label dan saran dokter hewan.
- Garam mandi merpati: katanya membantu membersihkan dan merawat bulu serta membuang sisa kulit dan debu, dan sebagian penghobi memakainya saat mabung, meskipun bukti ilmiahnya sedikit.
- Cuka apel: sebagian penghobi menambahkan sedikit ke air mandi karena yakin baik untuk kulit dan bulu, meskipun buktinya terbatas.
- Suplemen vitamin: lebih baik diberikan lewat air minum atau pakan daripada lewat air mandi, karena burung hampir tidak menyerap apa pun lewat bulunya.
Cara memandikan piyik merpati
Piyik biasanya tidak perlu dimandikan, karena sangat mudah kedinginan. Jika piyik benar-benar perlu dibersihkan, langkahnya mirip, dengan beberapa hal tambahan, lalu keringkan sampai tuntas dan jaga agar tetap hangat:
- Pakai sarung tangan karet karena burung mungkin meronta dan mencakar Anda.
- Pakai wadah yang lebih dangkal atau air lebih sedikit daripada untuk burung dewasa.
- Pegang burung dengan menangkupkan tangan di bawah tubuhnya.
- Pakai tangan yang lain untuk menyiramkan air ke tubuhnya sedikit demi sedikit.
Mandi baik untuk merpati, dan kebanyakan burung juga menikmatinya. Lakukan dengan lembut, dan merpati Anda akan bersih sekaligus senang.
Alasan memandikan merpati
Seperti banyak hal lain soal merpati, pendapat para penghobi tentang memandikan merpati berbeda-beda.
Ada yang bilang seminggu sekali, ada yang lebih sering. Kebanyakan memandikan burungnya sebelum kontes, dan sebagian pemilik merpati pos memandikan burungnya setelah lomba.
Mandi membuat bulu tetap bersih, halus dan mengilap.
Terlalu sering mandi tidak baik karena bisa merusak bulu dan menghilangkan minyak alami yang menjaga kesehatannya.
Kenapa merpati perlu mandi?
Bagi merpati, mandi sama gunanya dengan bagi manusia: kesehatan dan kebersihan.
Manusia mandi untuk membuang kotoran, debu dan sel kulit mati agar kulit bisa memperbarui diri. Mandi juga membersihkan bakteri kulit penyebab bau badan.

Sama seperti kotoran menumpuk di kulit manusia, kotoran juga menumpuk di bulu merpati. Dan jika manusia punya bakteri kulit, merpati punya parasit dan hama.
Jadi, secara garis besar alasan merpati mandi mirip dengan alasan kita.
Selain itu, merpati memang suka mandi.
Banyak pemilik menyediakan air untuk merpati bermain ciprat-cipratan, dan kebanyakan pemilik setuju bahwa melihat merpati mandi itu menyenangkan.
Apakah merpati membersihkan dirinya sendiri?
Sebagian burung menghabiskan berjam-jam sehari untuk merapikan bulunya.
Merapikan bulu (preening) adalah kegiatan “menyisir” bulu dengan paruh agar helai-helainya rapi. Cara ini juga membuang kutu dan parasit lain dari tubuh burung.
Yang menarik di sini adalah kelenjar uropigial, yaitu kelenjar penghasil minyak di pangkal ekor.

Merpati peliharaan punya kelenjar minyak ini, tetapi kecil, dan pada sebagian jenis merpati dan dara kelenjar ini mengecil atau tidak ada. Karena itu ada sumber yang menyebut keluarga Columbidae (merpati dan dara) tidak punya kelenjar uropigial (opens in new tab).
Namun di situs dan forum merpati yang terpercaya, para pemilik membahas cara merpati merapikan bulu dan peran kelenjar uropigialnya.
Kelenjar ini mengeluarkan minyak yang mirip kondisioner rambut. Pada sebagian burung, minyak ini mengandung zat antijamur yang melindungi bulu.
Jadi, meskipun kelenjar minyak hanya sedikit berperan pada merpati, semua sepakat bahwa semua merpati punya bulu bubuk (powder down) yang dipakai untuk merapikan bulu.
Bulu kapas biasanya bulu anak burung, tetapi bulu bubuk adalah ciri burung dewasa. Pada burung dewasa, bulu ini berupa bulu halus yang tumbuh di bawah bulu luar yang lebih kaku.
Bulu bubuk juga disebut pulviplume (opens in new tab). Merpati termasuk burung yang punya bulu bubuk, bersama burung beo dan bangau.
Bulu bubuk menghasilkan “debu bulu”, yaitu keratin berbentuk serbuk yang terbentuk dari ujung-ujung barbula pulviplume yang hancur. Merpati lalu memakai paruhnya untuk meratakan serbuk ini ke seluruh bulunya.
Catatan: bulu bubuk bisa memicu alergi dan merupakan salah satu penyebab paru-paru penghobi burung (Bird Fancier’s Lung).
Anda mungkin juga melihat merpati asyik mandi di tempat minum burung di halaman, atau mandi debu jika tidak ada air.
Terakhir diperbarui: 4 November 2026 · Penyelamatan
