Dutch Cropper adalah merpati hias besar dengan dada menggembung seperti balon dan kaki berbulu lebat. Ras ini sering disebut sebagai ras merpati hias tertua dan terbesar di Belanda.
Asal-usul Dutch Cropper
Walaupun namanya jelas menunjukkan bahwa ras ini berasal dari Belanda, rincian pasti perkembangan merpati Dutch Cropper tidak begitu jelas.

Tulisan yang menyebut “cropper besar berkaki bulu milik orang Batavia” (orang Batavia adalah bangsa kuno di delta Sungai Rhein, di wilayah yang kini menjadi Belanda) sudah ada paling tidak sejak tahun 1600, dan tulisan tentang merpati yang dianggap sebagai Dutch Cropper modern terus muncul dari abad ke-17 sampai abad ke-20.
Dari segi leluhur, merpati Dutch Cropper mirip dengan Ghent Cropper, Pomeranian Pouter, English Pouter, French Pouter, dan Saxon Pouter, dan ini tercermin dari nama lamanya, Old Holland Pouter. Kelompok ras pouter dan cropper sudah dipelihara di daratan Eropa paling tidak selama 400 tahun.
Dutch Cropper adalah ras hias yang kini terutama dipelihara untuk kontes.
Persebaran dan habitat Dutch Cropper
Belanda adalah tanah asal merpati Dutch Cropper, tetapi selama berabad-abad varian ras ini tentu juga ada di negara-negara tetangga di daratan Eropa.
Di zaman modern, karena tergolong merpati hias, sebagian besar populasi Dutch Cropper dipelihara manusia, bukan hidup di alam liar.
Penampilan Dutch Cropper
Sebagai ras merpati hias terbesar di Belanda, Dutch Cropper punya sikap tubuh yang gagah dan mengesankan.
Sikap tubuh merpati Dutch Cropper hampir mendatar, dengan bulu badan yang halus dan rapat.
Punggungnya lebar dan sedikit melandai dalam garis lurus dari bahu yang lebar.
Sayapnya menutupi punggung dengan baik, juga lebar dan rapat.
Ekornya juga paling tepat disebut lebar. Ekornya panjang, tetapi tidak sampai menyentuh lantai.
Paruhnya sedang panjangnya, dengan warna yang sesuai dengan warna bulunya.
Ras ini punya banyak variasi warna. Warna polos (self) adalah putih, kuning, dan hitam, ditambah banyak variasi pola bergaris (barred), belang (pied), dan tiger.
Irisnya merah tua sampai jingga. Sera kecil dan halus.
Dutch Cropper punya dua ciri utama: “balon” dan bulu kakinya.
“Balon” ada di lehernya yang panjang, menyatu mulus dengan dada yang lebar dan berdaging, dan dinamai begitu karena tampak seperti balon yang ditiup. Bagian ini sering disebut kantong, tetapi sebenarnya adalah tembolok yang bisa digembungkan.
Bulu lebat di kakinya yang relatif agak panjang harus berkembang baik. Standar ras mencari bulu yang lebat dan lebar, serta halus dan rapat.
Bulu pahanya juga harus berlimpah.
Watak Dutch Cropper
Merpati Dutch Cropper dikenal sangat lincah dan percaya diri.
Meski begitu, wataknya tetap sangat tenang dan kalem, dan ras ini dikenal sangat ramah, terutama kepada manusia.
Gabungan watak yang baik ini membuat Dutch Cropper menjadi merpati peliharaan yang menyenangkan. Namun, seperti cropper dan pouter besar lainnya, ras ini bisa butuh perawatan ekstra, dan penghobi yang belum berpengalaman sebaiknya minta saran dari peternak yang sudah mapan.
Ras ini juga tangguh, dan umumnya tahan menghadapi musim dingin Eropa Utara jika dipelihara di kandang yang kering dan bebas angin. Di Indonesia, masalah yang lebih umum adalah panas, kelembapan, dan hujan, jadi kandang yang teduh, kering, dan berventilasi baik tetap penting.
Pakan Dutch Cropper
Ras ini tidak butuh pakan khusus.
Di rumah, ras ini makan apa yang dimakan merpati pada umumnya.
Pemilik merpati biasanya meracik campuran sendiri atau membeli campuran jadi berisi biji-bijian, serealia, dan kacang, yang bisa ditambah sayuran, buah, buah beri, dan camilan pilihan pemiliknya.
Sebagian pemelihara sesekali memberi camilan seperti berondong jagung tawar tanpa garam dan pisang.
Burung ini juga butuh air bersih dan segar yang selalu tersedia, dan mungkin grit untuk membantu pencernaan.
Mengawinkan dan membiakkan merpati Dutch Cropper
Karena terutama dipelihara untuk kontes, perkawinan dan pembiakan merpati Dutch Cropper sangat diatur oleh pemilik dan peternaknya.
Pasangan kawin dipilih berdasarkan sifat dan ciri ideal yang ingin diteruskan peternak, biasanya ukuran, watak, warna, serta kesehatan yang kuat dan tahan lama.
Salah satu masalah utama bagi peternak adalah varietas warna belang (pied).
Menurut standar ras, Dutch Cropper tidak boleh punya roset sayap, tetapi roset ini sering muncul.
Beberapa helai bulu yang menyimpang kadang bisa dicabut, tetapi burung dengan terlalu banyak bulu seperti itu tidak akan menjadi burung kontes yang baik.
Merawat merpati Dutch Cropper
Watak dan perilaku Dutch Cropper bisa membuatnya menjadi burung yang memuaskan bagi pemula pemelihara merpati.
Pemula sebaiknya minta saran dulu dari peternak berpengalaman. Selebihnya, perawatan sehari-harinya cukup biasa.
Selain mungkin butuh pakan lebih banyak karena tubuhnya lebih besar, Dutch Cropper akan tumbuh baik di kandang merpati rumahan biasa.
Tempat yang bersih, sinar matahari langsung, serta pakan segar dan air minum yang cukup sudah memadai.
Jika Anda sudah paham kandang merpati biasa, Anda sudah tahu cara merawat Dutch Cropper.
Terakhir diperbarui: 4 November 2026 · Jenis Merpati
