Cacingan cukup umum pada merpati dan bisa menimbulkan masalah kesehatan. Jadi, jika Anda memelihara merpati peliharaan, sediakan obat cacing dan bawa burung Anda untuk diperiksa dokter hewan secara rutin.
Catatan: artikel ini berisi informasi umum dan tidak menggantikan saran dokter hewan burung atau petugas rehabilitasi satwa liar yang berizin. Jika Anda menemukan burung yang terluka atau sakit, hubungi dokter hewan atau penyelamat satwa di daerah Anda.
5 obat cacing merpati pilihan kami:
- Harkers 3-in-1 Soluble
- Worm Out Gel
- Moxidectin Concentrate
- Easimec Ivermectin
- Easifen Liquid Wormer
Burung apa saja yang bisa cacingan?
Jawaban singkatnya: semua burung bisa cacingan. Beberapa spesies lebih rentan daripada yang lain, dan lingkungan tempat tinggal burung bisa membantu mengurangi risikonya.
Misalnya, lantai semen di kandang merpati bisa mengurangi penyebaran cacing. Namun, karena cacing hidup di usus burung, burung apa pun bisa cacingan.
Bagaimana merpati bisa cacingan?
Sebenarnya merpati cukup mudah tertular cacing.
Cacing menyebar lewat kotoran, jadi jika merpati Anda bersentuhan dengan kotoran yang mengandung cacing, kemungkinan besar ia juga akan tertular.
Tergantung jenis cacingnya, butuh beberapa minggu setelah tertular sebelum merpati mulai mengeluarkan telur cacing lewat kotorannya, dan infeksi yang tidak diobati bisa berlangsung lama.

Biasanya merpati cacingan karena mencari makan di tempat yang tercemar. Merpati juga bisa tertular cacing dari beberapa jenis bahan sarang, dari teman sekandang yang baru, atau dari kontak dengan burung liar.
Masalah akibat cacing
Walaupun cacingan cukup umum pada merpati, Anda tetap perlu waspada. Cacing dewasa hidup di saluran pencernaan merpati dan memakan apa saja yang lewat di sana.
Cacing menyerap vitamin dan mineral di usus burung, sehingga hanya sedikit gizi yang tersisa untuk merpati Anda.
Akibatnya, burung Anda bisa kurang gizi dan sakit. Cacing dalam jumlah besar juga bisa merusak jaringan di dalam usus merpati.
Cacing gilig dalam jumlah sangat banyak bahkan bisa menyumbat usus, walaupun ini jarang.
Gejala cacingan
Lalu, bagaimana Anda tahu merpati Anda cacingan? Kadang merpati membawa cacing tanpa gejala apa pun. Pada kasus lain, infestasi berat bisa menyebabkan sakit parah, bahkan kematian.
Gejala cacingan yang paling umum pada merpati antara lain stres, berat badan turun, bulu mengembang, lesu, dan kondisi bulu yang buruk.
Anda mungkin juga melihat merpati Anda tidak seaktif biasanya, dan produksi telur bisa ikut turun. Jangan menunda pengobatan cacing: segera bertindak jika Anda melihat tanda-tanda ini pada burung Anda.
Membasmi cacing
Setelah tahu bagaimana dan mengapa merpati bisa cacingan, Anda perlu tahu cara membasminya. Cara terbaik adalah membuat jadwal pemberian obat cacing yang teratur.
Banyak pemelihara memberi obat cacing beberapa kali setahun, dan umumnya sebelum musim berbiak dan setelah anak merpati meninggalkan sarang. Pemeriksaan sampel kotoran oleh dokter hewan bisa menunjukkan apakah obat cacing memang perlu diberikan.
Cara ini memastikan piyik tidak ikut cacingan dan menjaga merpati peliharaan Anda tetap sehat sepanjang tahun.
Memilih obat cacing

Memilih obat cacing yang tepat untuk merpati peliharaan Anda penting supaya hasilnya sebaik mungkin.
Dulu piperazin adalah bahan aktif terbaik, tetapi sebagian cacing sudah kebal terhadapnya, jadi tidak seefektif dulu.
- Levamisol sangat efektif, tetapi hati-hati karena bisa mematikan dalam dosis besar.
- Ivermektin efektif, tetapi cepat terurai di air, jadi biasanya diberikan dalam bentuk tetes di kulit atau langsung lewat mulut, bukan lewat air minum.
- Prazikuantel dan oksfendazol adalah bahan aktif yang baik, karena umumnya dianggap aman.
Beberapa bahan aktif lain juga terbukti efektif melawan cacing, di antaranya fenbendazol dan moksidektin. Sebagian produk kombinasi juga mengandung obat seperti amprolium, diklazuril, atau ronidazol, yang mengobati koksidiosis atau trikomoniasis (goham/canker), bukan cacing.
Cara memberikan obat cacing
Ada beberapa cara memberikan obat cacing kepada merpati peliharaan Anda. Salah satu cara yang umum adalah mencampurkan obat ke air minum.
Supaya berhasil, Anda harus menyingkirkan semua sumber air lain dari kandang merpati supaya merpati mau meminum air yang sudah dicampur obat.
Beberapa obat membuat air terasa pahit. Tanyakan kepada dokter hewan sebelum menambahkan apa pun untuk menutupi rasanya, karena beberapa bahan tambahan bisa memengaruhi kerja obat.
Cara lain adalah tablet yang Anda dorong pelan-pelan ke tenggorokan burung dan obat tetes yang diteteskan di kulit. Bicarakan dengan dokter hewan merpati Anda tentang cara terbaik untuk burung Anda.
Obat cacing merpati terbaik
Setelah tahu betapa pentingnya memberi obat cacing secara teratur, Anda mungkin siap memilih produk yang tepat.
Ada banyak pilihan, dan berikut lima favorit kami.
Sekali lagi, pilihlah obat cacing untuk merpati Anda bersama dokter hewan.
Kami tidak menautkan produk tertentu untuk pengobatan. Tanyakan kepada dokter hewan burung atau pemasok khusus perlengkapan burung obat cacing dan dosis mana yang cocok untuk burung Anda, dan selalu ikuti petunjuk di label. Dosis di bawah adalah contoh dari label produk saat artikel ini ditulis. Komposisi produk bisa berubah, jadi selalu pakai dosis yang tertera di label produk Anda sendiri. Produk-produk ini adalah contoh dari pasar Inggris, dan ketersediaannya di Indonesia belum kami periksa.
1. Harkers 3-in-1 Soluble
Bahan aktif obat ini adalah amprolium, levamisol, dan ronidazol. Obat ini mudah dipakai dan dilarutkan di air minum merpati. Campurkan satu tutup botol (6 ml) larutan ke dalam satu liter air. Berikan larutan ini kepada merpati setiap hari selama satu minggu penuh.
Buat campuran baru setiap hari dan buang campuran yang lama. Produk ini cocok jika Anda punya lebih dari satu merpati dan perlu mengobati semuanya sekaligus. Jangan pakai produk ini untuk merpati di bawah umur dua bulan, selama musim mabung, atau selama masa penetasan.
2. Worm Out Gel
Obat cacing yang larut dalam air ini cocok untuk mengobati beberapa jenis infestasi cacing, dan bisa diberikan lewat air minum atau dicampur ke pakan merpati.
Lewat air minum, campurkan 2 ml dengan 160 ml air dan berikan selama dua hari penuh.
Lewat pakan, berikan 0,05 ml untuk setiap 100 g berat badan, dan pastikan semua pakan habis dalam 24 jam.
Jika perlu, produk ini juga bisa diberikan dengan suntikan tembolok (crop syringe). Bahan aktif produk ini adalah prazikuantel dan oksfendazol.
3. Moxidectin Concentrate
Obat ini sangat mudah diberikan. Cukup larutkan 50 ml per galon Inggris (sekitar 4,5 liter) air, tetapi selalu ikuti label, dan ganti air minum merpati dengan larutan ini selama 24 jam.
Untuk hasil terbaik, pengobatan perlu diulang tiga sampai empat minggu kemudian. Sesuai namanya, bahan aktif produk ini adalah moksidektin, obat cacing yang efektif untuk merpati. Produk ini juga lebih murah daripada produk lain jika anggaran Anda terbatas.
4. Easimec Ivermectin
Sesuai namanya, bahan aktif produk ini adalah ivermektin, salah satu bahan obat cacing paling efektif untuk merpati. Produk ini ampuh untuk cacing dan juga hama lain, dan diteteskan di leher burung jika burung terkena cacing gilig, seminggu sekali selama tiga minggu.
Jumlah tetesnya tergantung berat badan, jadi ikuti label untuk burung Anda. Produk ini terutama ditujukan untuk merpati pos.
5. Easifen Liquid Wormer
Produk ini cocok untuk beberapa jenis cacing, termasuk cacing pita dan cacing gilig. Cara pakainya, campurkan seluruh isi botol 100 ml dengan 5 liter air dan berikan kepada merpati sesuai petunjuk dokter hewan. Produk ini juga bisa dicampur dengan jagung.
Jika memilih cara ini, pakai 10 ml untuk setiap 30 ekor burung. Produk ini juga bisa dicampur ke pakan lunak untuk merpati yang dikandangkan. Bahan aktif produk ini adalah oksfendazol, dan tidak boleh dipakai untuk merpati di bawah umur delapan minggu.
Masalah kesehatan lain pada merpati
Cacingan termasuk masalah paling umum jika Anda memelihara merpati. Namun, ada juga penyakit lain yang perlu Anda ketahui, di antaranya:
- Trikomoniasis (goham/canker) – infeksi protozoa menular yang sering menimbulkan benjolan kuning seperti keju di mulut dan tenggorokan
- Koksidiosis – parasit usus yang bisa menyebabkan kurang gizi dan berat badan turun
- Kutu, tungau, dan lalat – bisa menyebabkan iritasi kulit dan bulu rontok
- Klamidiosis – bisa menyebabkan gangguan pernapasan dan mata, dan juga bisa menular ke manusia (psitakosis)
- Mikoplasma – penyakit pernapasan yang menyebabkan bersin, batuk, keluar cairan dari hidung, dan sulit bernapas
- Heksamitiasis – bisa tidak terlihat, tetapi juga bisa menyebabkan diare
Cara terbaik mencegah penyakit-penyakit ini adalah mengikuti petunjuk perawatan dari dokter hewan merpati Anda, menjaga kandang tetap bersih, serta rutin memberi pakan yang sehat dan air yang cukup.
Hindari juga kandang yang terlalu padat. Langkah sederhana seperti ini membantu menjaga merpati tetap sehat, sehingga Anda bisa menikmati memeliharanya selama bertahun-tahun.
Terakhir diperbarui: 4 November 2026 · Pemeliharaan
