Racun tikus dibuat untuk membasmi hewan pengerat (tikus besar dan tikus kecil) di sekitar Anda, tetapi jika merpati, atau burung apa pun, memakan racun itu, akibatnya bisa dengan mudah berakhir dengan kematian.
Masalah yang lebih luas, racun tikus juga mematikan bagi burung lain, satwa liar, dan hewan peliharaan, dan bisa membuat manusia, terutama anak-anak, sakit parah (opens in new tab).
Mengapa orang ingin meracuni merpati?
Merpati termasuk hewan yang paling memecah pendapat orang: ada yang suka, ada yang benci.
Ada orang yang menyayangi merpati dan mengagumi berbagai bakat dan keunikannya, tetapi ada juga yang menganggapnya hama yang terlalu banyak mengotori kawasan perkotaan dan suka berkumpul dalam kelompok besar, yang menjengkelkan saat Anda ingin menikmati makan siang yang menggoda di luar ruangan!
Sebagian orang merasa merpati mengusir burung lain dari halamannya, sehingga mereka tidak bisa menaruh makanan untuk menarik burung-burung kecil, dan ada juga pemelihara merpati yang tidak ingin merpatinya bercampur dengan merpati liar.
Kebanyakan orang bisa saja tidak menghiraukan merpati jika mereka tidak menyukainya, tetapi kadang masalah hama ini dirasa sudah keterlaluan.
Sayangnya, rasa frustrasi ini sering membuat orang beralih ke racun dan bahan pengusir beracun. Bahan-bahan ini memang menjauhkan merpati, tetapi juga bisa melukai atau membunuhnya.
Apa itu racun tikus?
Racun tikus, yang secara resmi disebut rodentisida, adalah bahan kimia untuk membasmi tikus. Racun ini terdiri dari bahan kimia dan bentuk penyajiannya.
Jenis racun tikus antara lain racun akut, pelepas kalsium, dan antikoagulan.
Banyak racun akut tidak lagi dijual untuk penggunaan rumah tangga karena dulu sering menyebabkan keracunan yang tidak disengaja.

Hewan peliharaan dan satwa liar bisa tidak sengaja memakan racun itu, tetapi sebagian racun akut juga bisa menyebabkan kematian jika seekor hewan memakan tikus yang sudah keracunan.
Bromethalin (opens in new tab) adalah racun akut yang masih dijual untuk penggunaan rumah tangga di beberapa negara, tetapi jauh dari aman: racun ini sangat beracun bagi hewan peliharaan, satwa liar, dan anak-anak, dan tidak ada penawarnya. Seng fosfida adalah salah satu racun yang paling umum dipakai di pertanian.
Racun tikus dijual dalam berbagai bentuk, antara lain pelet, bubuk yang harus dilarutkan dalam air, biji atau butiran yang dicampur racun, atau balok parafin.
Setiap jenis racun bekerja dengan cara yang berbeda.
Di antara racun akut, bromethalin melumpuhkan kemampuan tubuh hewan untuk menghasilkan energi. Seng fosfida bereaksi dengan asam lambung dan melepaskan fosfin, gas yang sangat beracun.
Pelepas kalsium seperti vitamin D3 pekat menyebabkan kegagalan organ karena kadar kalsium meningkat.
Antikoagulan menyebabkan perdarahan di dalam tubuh. Antikoagulan lama (generasi pertama) biasanya perlu beberapa kali dimakan, tetapi antikoagulan generasi kedua seperti brodifakum bisa membunuh setelah sekali makan, dan racun ini menjadi penyebab utama keracunan sekunder pada burung pemangsa dan satwa liar lain yang memakan tikus yang keracunan.
Racun tikus jenis apa pun harus dipakai dengan hati-hati di lingkungan rumah. Menurut para ahli pengendalian hama (opens in new tab), racun sebaiknya menjadi pilihan terakhir jika perangkap tidak berhasil.
Racun tikus jelas tidak boleh dipakai untuk mengusir merpati, karena risikonya terlalu besar untuk membunuh burung lain, satwa liar, dan hewan peliharaan. Meracuni merpati juga bisa menjadi cara yang sangat tidak manusiawi dan kejam.
Bahkan jika Anda memakai kotak umpan yang tidak bisa dibongkar, selalu ada risiko burung dan satwa liar lain bisa mencapai racunnya, meski hewan peliharaan dan manusia kecil kemungkinannya bisa atau mau menyentuhnya.
Pelet racun tidak boleh ditaburkan begitu saja, terutama di tempat yang mungkin didatangi anak-anak. Pelet ini sering berwarna cerah dan diberi rasa, sehingga terlihat seperti permen.
Bagaimana cara menangani merpati secara manusiawi?
Jika Anda ingin menjauhkan merpati dari tempat usaha atau lahan pertanian Anda, kemungkinan besar Anda perlu berkonsultasi dengan jasa pengendalian hama profesional.
Di Inggris dan Amerika Serikat ada undang-undang yang mengatur cara mengendalikan hama, termasuk merpati. Aturan di Indonesia dan di daerah lain bisa berbeda, jadi periksa aturan setempat.

Jika Anda ingin menghindari kemungkinan kecelakaan akibat racun di halaman Anda, ada cara lain yang tidak terlalu beracun untuk mengusir merpati.
Berikut beberapa cara mengusir merpati yang lebih manusiawi yang bisa Anda coba:
- Patung burung yang lebih besar
Merpati adalah mangsa alami beberapa burung yang lebih besar, jadi salah satu cara paling sederhana adalah memasang burung tiruan. Ini berupa patung burung seperti elang, burung hantu, atau gagak. Bentuknya bisa cukup sederhana dan murah, tetapi selama terlihat agak mirip elang yang bermata tajam atau burung hantu yang seram, patung itu bisa menjauhkan merpati untuk sementara. Merpati cepat terbiasa dengan patung yang tidak pernah bergerak, jadi pindahkan patungnya setiap beberapa hari supaya tetap ampuh.
- Alat pengusir bersuara elektronik
Alat ini mengeluarkan suara bernada sangat tinggi yang tidak bisa didengar manusia. Sayangnya, merpati juga tidak bisa mendengarnya dengan baik, karena pendengarannya tidak menjangkau jauh ke frekuensi ultrasonik, dan hanya ada sedikit bukti bahwa alat ini bisa mengusir merpati.
- Gel pengusir burung
Jika merpati berkumpul di tembok rumah Anda, Anda bisa membeli sejenis gel yang terasa lengket untuk dioleskan di sepanjang tembok itu. Saat mendarat di tembok, merpati akan merasa seperti terjebak, dan naluri alaminya adalah menjauh dari bahaya itu.
Gel ini tidak akan membuat merpati terjebak selamanya di tembok, tetapi akan membuatnya pergi dan mencari tempat yang terasa lebih aman.
- Jaring burung
Jaring burung mudah dipasang dan pasti akan mencegah burung menembus jaringnya untuk mencapai apa pun yang ingin Anda lindungi, entah itu benih rumput yang baru ditabur, tanaman buah, atau petak sayuran.
Ada pilihan lain untuk mengusir merpati dari halaman, misalnya paku anti-hinggap, yang umumnya dianggap manusiawi jika dipasang dengan benar karena mencegah burung mendarat tanpa melukainya, meski paku yang dipasang asal-asalan bisa menjebak atau melukai burung. Yang penting, Anda tidak perlu memakai racun yang sangat sulit dikendalikan dengan tepat.
Merpati (dan burung lain yang tidak tahu apa-apa) tidak layak datang mencari camilan lalu malah menelan sesuatu yang berbahaya yang ditujukan untuk tikus. Jadi saran kami, jauhi bahan beracun dan pilihlah salah satu dari banyak gagasan cerdas yang sudah dibuat para penemu yang peduli burung selama bertahun-tahun.
Terakhir diperbarui: 4 November 2026 · Masalah
