Merpati liar (feral pigeon) adalah merpati yang hidup bebas di kota dan pedesaan, berbeda dengan merpati peliharaan. Sebagian di antaranya muncul dalam foto-foto merpati kami.
Mengetahui cara merpati liar hidup di lingkungan alaminya juga membantu pemilik merpati peliharaan merawat burungnya.

Nama lain merpati
Saat membaca tentang merpati, Anda mungkin menemukannya disebut dengan beberapa nama berbeda.
Merpati juga dikenal sebagai merpati batu (rock dove atau rock pigeon), blue rock pigeon, dan merpati batu liar.
Kata “pigeon” dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Latin pipio, anak burung yang mencicit, sedangkan nama ilmiah Columba livia menggabungkan kata Latin untuk burung dara dengan kata yang berarti abu-abu kebiruan.
Walaupun ada sekitar 350 jenis merpati yang tercatat, yang paling umum adalah merpati liar.
Populasinya di Eropa diperkirakan puluhan juta ekor, dan masih banyak lagi yang tersebar di tempat lain di dunia.
Merpati batu liar atau merpati liar?
Walaupun kebanyakan orang memakai istilah “wild pigeon” dan “feral pigeon” secara bergantian, ada perbedaan di antara keduanya.
Merpati batu liar (wild rock dove) adalah burung liar asli, yang masih bersarang di tebing laut di tempat seperti sebagian Skotlandia, Irlandia, dan Laut Tengah, sedangkan merpati liar (feral) adalah keturunan merpati peliharaan yang lepas dan kebanyakan ditemukan hidup di perkotaan, seperti kota tempat Anda tinggal.

Dengan kata lain, merpati liar biasanya hidup dekat manusia, sedangkan merpati batu yang benar-benar liar hidup di tebing-tebing terpencil.
Penampilan merpati liar
Seperti spesies lain, ukuran dan bentuk merpati sedikit berbeda-beda.
· Rata-rata panjangnya 32 sampai 37 cm.
· Rentang sayapnya 64 sampai 72 cm.
· Bobot merpati berkisar sekitar 240 sampai 380 gram.
· Merpati biasanya berwarna abu-abu kebiruan dengan bulu hijau atau keunguan di bagian leher.

· Merpati muda bermata kecokelatan, sedangkan yang dewasa bermata oranye kemerahan.
· Paruh merpati biasanya hitam, sedangkan kaki dan telapaknya biasanya merah.
· Merpati sering punya bulu putih di punggung bawah, dua garis hitam melintang di setiap sayap, dan pita gelap di ujung ekor.
Tentu saja ada variasinya, dan tidak semua merpati tampak persis sama.

Pakan merpati liar
Jika Anda memelihara merpati, Anda jauh lebih bisa mengatur apa yang dimakannya. Pakan ideal untuk merpati adalah campuran biji-bijian, serealia, protein, buah, dan sayuran, yang mudah dipenuhi dengan campuran siap pakai dan pelet merpati, ditambah bahan segar.
Sebaliknya, merpati liar tidak punya akses makanan seperti itu. Umumnya merpati liar kebanyakan makan biji-bijian dan serealia, sesekali serangga atau cacing.
Merpati liar juga makan sisa makanan, seperti makanan yang dibuang orang ke tanah atau ke tempat sampah.
Kebanyakan ahli menyarankan agar merpati liar tidak diberi makan, karena hal itu mendorong populasinya bertambah dan bukan pakan yang sehat baginya.
Tentu saja merpati juga butuh sumber air, jadi Anda mungkin melihatnya di dekat danau atau sungai di perkotaan dan di air mancur di kota.

Berapa lama merpati hidup?
Merpati yang dikandangkan, seperti merpati peliharaan, tentu hidup lebih lama daripada merpati liar karena aman dan dirawat dengan baik di rumah Anda. Merpati peliharaan biasanya hidup 9–15 tahun, tetapi banyak merpati peliharaan yang hidup sampai 20 tahun.
Namun merpati liar hanya hidup tiga sampai enam tahun. Merpati liar bisa hidup lebih lama jika pemangsanya sedikit dan manusia tidak mengganggunya.
Merpati liar mungkin hidup lebih lama di daerah yang lebih sedikit manusianya, seperti peternakan atau pinggiran kota, dibandingkan pusat kota.
Siklus perkembangbiakan merpati liar
Puncak musim berbiak adalah musim panas dan semi, tetapi merpati cenderung berbiak sepanjang tahun. Umumnya merpati liar membangun sarang di atap datar atau di pantai berbatu.

Merpati jantan dan betina membangun sarang bersama dan biasanya membentuk pasangan monogami yang bertahan lama.
Biasanya induk betina bertelur dua butir setiap kali, dan induk betina dan jantan bergantian mengerami telur; betina menjaganya dari siang menjelang sore, sepanjang malam, sampai pertengahan pagi.
Jantan menggantikannya dari pertengahan pagi sampai siang menjelang sore supaya betina bisa beristirahat dan makan.
Telurnya berwarna putih.
Setelah menetas, kedua induk merawat anaknya, menyuapinya dengan susu tembolok dan menjaganya sampai siap meninggalkan sarang.
Siklus hidup merpati liar
Kebanyakan anak merpati meninggalkan sarang setelah sekitar 30 hari, dan biasanya sudah tampak dewasa dan sangat mirip merpati dewasa saat terbang pergi. Karena itulah anak merpati jarang terlihat.
Merpati matang kelamin pada umur sekitar enam sampai tujuh bulan dan bisa mulai berbiak saat itu, walaupun lebih umum menunggu sampai umur sekitar setahun untuk kawin dan berkembang biak.
Dalam beberapa kasus, betina yang berbiak sebelum berumur setahun hanya bertelur satu butir setiap kali, bukan dua butir seperti rata-ratanya.
Setelah meninggalkan sarang, anak-anak merpati mengulang siklus yang sama saat menemukan pasangan dan membesarkan anaknya sendiri.
Pemangsa merpati liar
Di kota, manusia adalah salah satu ancaman terbesar bagi merpati liar. Ini karena banyak kota melakukan pengendalian merpati, karena menganggap burung ini hama dan berusaha menyingkirkannya.
Merpati liar yang hidup di daerah yang lebih sepi mungkin lebih aman dari manusia, tetapi ada pemangsa lain yang harus diwaspadainya.
Alap-alap kawah (peregrine) adalah salah satu pemangsa alami utama merpati, karena tinggal di banyak tempat yang sama dengan merpati, termasuk tebing laut dan gedung-gedung tinggi di kota.
Elang alap-alap (sparrowhawk) juga bisa memburu merpati liar, walaupun tidak sesering alap-alap kawah.
Kemampuan terbang merpati liar
Walaupun Anda sering melihat merpati liar di tanah mencari makan, merpati sebenarnya penerbang yang sangat cakap.

Merpati bisa terbang sampai ketinggian sekitar 1.800 meter dan biasanya terbang dengan kecepatan sekitar 80 sampai 97 km/jam, dengan kecepatan di atas 145 km/jam pernah tercatat. Merpati balap terbaik pernah terbang sejauh 965 sampai 1.125 km dalam sehari, walaupun merpati liar biasanya tetap jauh lebih dekat dengan rumahnya.
Merpati pandai menemukan arah dan selama bertahun-tahun dipakai untuk membawa pesan ke seluruh dunia.
Mengapa merpati tinggal di kota?
Merpati batu liar bersarang di tebing laut dan di gua. Bagi merpati, langkan, ruang di bawah atap, dan kolong jembatan kurang lebih sama saja, jadi kota menyediakan tempat bersarang di mana-mana.
Merpati liar berasal dari burung peliharaan yang lepas atau dilepaskan, jadi sejak dulu hidup dekat manusia. Kota juga menyediakan makanan sepanjang tahun, dari makanan yang jatuh, tempat sampah, dan orang yang memberinya makan, dan dengan makanan yang cukup, pasangan merpati bisa berbiak hampir sepanjang tahun.
Alap-alap kawah sudah mengikuti merpati ke banyak kota dan kini bersarang di gedung-gedung tinggi, tetapi kota tetap punya lebih sedikit pemangsa daripada pedesaan.
Fakta lain tentang merpati liar
Merpati burung yang sangat cerdas dan bisa dilatih untuk lulus versi uji cermin (mengenali diri sendiri) dan membedakan huruf-huruf alfabet.
Merpati di alam liar tetap memiliki kecerdasan ini, walaupun Anda mungkin sulit melihatnya karena mereka tidak sedang melakukan hal-hal hebat yang bisa dilakukannya, seperti membantu misi pencarian dan penyelamatan di laut atau membawa pesan melintasi garis musuh dalam perang.
Baca artikel kami tentang fakta merpati untuk pengetahuan lain tentang merpati.
Melindungi merpati liar
Sering kali orang mencari cara untuk mengusir merpati liar. Berlawanan dengan anggapan umum, merpati hewan yang cukup bersih, dan risiko tertular penyakit darinya rendah bagi orang yang sehat, walaupun kotorannya bisa membawa beberapa infeksi, jadi kebersihan dasar tetap perlu.
Jika populasinya terlalu besar, pengendaliannya bisa dilakukan secara manusiawi untuk melindungi merpati liar dan cara hidupnya.
Menghubungi lembaga perlindungan hewan atau petugas pengendalian hewan setempat lebih baik daripada cara lain yang justru bisa membunuh merpati liar.
Merpati liar menjalani hidup yang menarik dan ada banyak yang bisa dipelajari darinya, baik Anda sekadar ingin tahu maupun ingin mencoba memelihara merpati.
Melindungi merpati liar sama pentingnya dengan merawat hewan lain, dan Anda bisa membantu dengan membela mereka.
Terakhir diperbarui: 4 November 2026 · Jenis Merpati
