Ya. Merpati jauh lebih pintar daripada julukan “tikus bersayap” yang sering disematkan padanya. Pada pertengahan abad ke-20, merpati menjadi salah satu hewan yang paling sering dipakai dalam percobaan psikologi, sebagian berkat karya B. F. Skinner, dan penelitian menemukan bahwa merpati bisa melakukan beberapa hal sekaligus, belajar dan membuat pilihan, mengenali merpati lain, memperkirakan waktu, dan mengingat banyak hal.

Merpati bisa melakukan beberapa hal sekaligus

Merpati bisa membagi perhatiannya (opens in new tab).
Merpati bisa mengamati beberapa hal dan mengumpulkan informasi tentang apa yang terjadi di sekitarnya tanpa harus memusatkan perhatian pada satu hal saja.
Mirip dengan yang kita sebut multitasking pada manusia, seperti mendengarkan radio sambil memasak.
Seperti banyak burung lain, merpati bisa mengistirahatkan separuh otaknya secara bergantian.
Karena matanya ada di kedua sisi kepala, burung yang sedang beristirahat bisa tetap membuka satu mata untuk waspada terhadap bahaya.
Merpati bisa memperoleh pengetahuan

Merpati punya kemampuan belajar.
Merpati bisa diajari melakukan berbagai tugas di luar yang ia ketahui secara naluriah.
Merpati juga bisa dilatih melakukan sesuatu (seperti duduk di bahu Anda) dalam urutan tertentu.
Dalam percobaan, merpati juga belajar menyesuaikan diri saat urutan tugas diubah.
Merpati bisa membuat pilihan
Merpati bisa belajar memberi respons yang tepat terhadap rangsangan sederhana (opens in new tab), sekaligus belajar tidak merespons rangsangan yang berbeda.
Merpati juga bisa belajar merespons berbagai rangsangan lain. Dengan kata lain, merpati bisa mengenali sesuatu dan membuat pilihan.
Merpati bisa mengenali merpati lain

Merpati bisa membedakan merpati lain. (opens in new tab)
Seperti manusia, merpati bisa mengenali pola perilaku.
Juga seperti manusia, merpati bisa menyesuaikan responsnya dengan perilaku merpati lain yang ia amati.
Manusia bereaksi berbeda-beda terhadap orang lain tergantung situasi dan sikap orang itu. Merpati punya kemampuan yang sama.
Merpati bisa membedakan

Merpati bisa belajar memilih bagaimana bereaksi terhadap hal tertentu.
Saat diperlihatkan berbagai macam benda, merpati bisa belajar membedakan (opens in new tab) benda-benda itu dan respons mana yang benar.
Ini sangat mirip dengan cara anak-anak belajar tentang dunia di sekitarnya, mana yang boleh disentuh dan mana yang tidak.
Merpati bisa mengenali kata

Merpati bisa belajar membedakan banyak kombinasi huruf.
Sebuah penelitian tahun 2016 (opens in new tab) menunjukkan bahwa merpati bisa belajar membedakan kata bahasa Inggris sungguhan dari deretan huruf acak.
Merpati juga bisa menilai kata yang belum pernah dilihatnya dengan hasil lebih baik daripada tebakan acak, yang menunjukkan mereka menangkap pola huruf yang umum.
Merpati bisa memperkirakan waktu

Merpati juga bisa menilai waktu dan ruang (opens in new tab).
Dalam percobaan, merpati menilai berapa lama sebuah rangsangan berlangsung dan seberapa besar ukurannya, dan kedua penilaian itu saling memengaruhi, seperti pada manusia.
Merpati tampaknya mengolah informasi ini dengan cara yang mirip dengan manusia, padahal tidak punya bagian otak (korteks parietal) yang dipakai manusia untuk itu.
Merpati bisa mengingat banyak hal

Penelitian juga menemukan bahwa daya ingat merpati sangat baik. Merpati bisa mengingat gambar visual seperti lukisan atau foto dalam waktu lama.
Kemampuan ini bisa mencakup ratusan gambar selama bertahun-tahun. Merpati bahkan bisa mengenali perbedaan dua sosok manusia dalam foto dan mengelompokkannya ke dalam kategori.
Mungkin itu menjelaskan mengapa merpati jago menentukan arah.
Salah satu teori menyebut merpati menghafal medan yang dilaluinya, mencatat penanda alam maupun buatan manusia, lalu memakainya seperti peta di kepala.
Peneliti di Jepang menemukan bahwa merpati bisa membedakan lukisan karya seniman terkenal. (opens in new tab) Merpati bisa memakai bentuk dan warna sebagai petunjuk visual.
Uji yang diperdebatkan
Pada tahun 1981, Robert Epstein, Robert Lanza dan B. F. Skinner menguji merpati dengan semacam uji cermin.
Merpati lebih dulu dilatih memakai cermin untuk menemukan titik cahaya yang hanya terlihat lewat cermin.
Merpati harus berbalik dan mematuk tempat yang benar. Hadiahnya makanan.
Para peneliti juga melatih merpati, tanpa cermin, untuk mematuk titik yang ditempel di bulunya sendiri, lagi-lagi dengan hadiah makanan.
Lalu mereka menaruh titik di tubuh merpati di tempat yang hanya bisa dilihat lewat cermin, di bawah semacam kalung penutup.
Tanpa cermin merpati tidak bereaksi, tetapi begitu cermin dipasang lagi, merpati mencoba mematuk titik itu.
Tujuannya melihat apakah merpati bisa mengenali dirinya di cermin, yang sering dianggap tanda kesadaran diri.
Para peneliti melihat ini sebagai bukti semacam kesadaran diri, tetapi ilmuwan lain membantahnya karena merpati sudah dilatih bereaksi terhadap cermin.
Menurut mereka, merpati tidak berperilaku secara spontan, jadi hasilnya tidak bisa dihitung sebagai bukti kesadaran diri.
Bagi banyak peneliti, uji ini hanya sah jika hewan lulus tanpa pelatihan khusus.
Upaya selanjutnya untuk mengulang hasil itu hasilnya beragam, dan kebanyakan ahli perilaku hewan tidak menganggap merpati lulus uji cermin.
Beberapa fakta menarik tentang kecerdasan merpati
- Merpati bisa mempelajari kategori dengan cara yang mirip anak kecil belajar.
- Ada laporan merpati kota yang naik kereta bawah tanah, meskipun belum jelas apakah mereka sengaja turun di stasiun yang sama.
- Dalam satu penelitian, merpati mengenali orang yang pernah memperlakukannya dengan buruk, bahkan setelah orang-orang itu bertukar jaket.
- Merpati punya kemampuan berhitung dasar, misalnya mengurutkan kelompok kecil benda.
- B. F. Skinner terkenal karena mengajari merpati bermain semacam pingpong.
Kesimpulan
Suka atau tidak dengan merpati, jelas mereka jauh lebih cakap daripada reputasinya.
Dalam banyak uji, merpati punya kemampuan yang dulu dianggap hanya dimiliki manusia dan primata lain.
Tips: Jika Anda memelihara merpati, sebaiknya beri mereka beberapa mainan untuk merpati agar pikiran cerdasnya tetap aktif!
Terakhir diperbarui: 4 November 2026 · Perilaku
