Merpati jarang menyerang manusia; biasanya merpati berjalan menjauh atau terbang saat didekati orang. Pengecualian utamanya adalah merpati yang menjaga telur atau anaknya, yang bisa mematuk keras dan memukul dengan sayap ke tangan yang terlalu dekat. Merpati sangat kecil kemungkinannya menyebabkan cedera serius, dan patukan yang melukai kulit cukup diberi pertolongan pertama sederhana.
Diperbarui 4 November 2026. Berdasarkan penelitian perilaku dan panduan kesehatan yang tercantum di bagian Sumber.

5 alasan merpati mendekati Anda
Saat orang bilang diserang merpati, biasanya yang terjadi salah satu dari situasi di bawah ini. Hanya yang pertama merupakan agresi untuk membela diri yang sebenarnya.
Mempertahankan sarang: satu-satunya serangan sungguhan
Merpati bersarang di tepian bangunan, di bawah atap dan di balkon, dan pasangan yang bersarang akan mempertahankan telur dan piyiknya. Etogram Goodwin menjelaskan apa yang dilakukan merpati peliharaan saat ada tangan yang masuk ke sarangnya: burung yang penakut mengangkat sayap yang jauh, memalingkan kepala ke arah pengganggu, menegakkan tubuh, bersuara keras dan memukul dengan sayap yang dekat; burung yang tidak terlalu takut pada manusia justru mematuk dengan galak.
| Perilaku | Apa yang dilakukan merpati | Apa yang sebaiknya Anda lakukan |
|---|---|---|
| Ancaman bertahan | Mengangkat sayap yang jauh, menghadap Anda, menegakkan tubuh dan bersuara keras karena terganggu | Tarik tangan Anda; burung sedang memperingatkan Anda |
| Pukulan sayap | Memukul dengan sayap yang dekat saat tangan mencapai jarak tertentu | Biarkan sarangnya, atau pakai sarung tangan jika terpaksa memeriksanya |
| Mematuk | Burung yang lebih berani mematuk keras tangan pengganggu, sering berdekut di sela serangannya | Mundur; patukannya bisa terasa perih |
| Kabur | Burung yang lebih penakut langsung meninggalkan sarang | Menjauh agar induknya bisa kembali |
Kenapa merpati jarang menyerang orang
Reaksi pertama merpati terhadap bahaya adalah menghindarinya. Etogram Goodwin mencatat urutan yang biasa terjadi saat predator mendekat: burung mengamatinya dengan cemas, bersuara tanda bahaya, diam membeku dengan bulu dirapatkan, lalu terbang pergi. Goodwin mendapati merpati jarang mengeroyok predator. Cara merpati membela diri dari predator alaminya adalah kabur, bukan melawan.
Merpati juga tidak punya senjata. Paruhnya tidak bengkok dan kakinya tidak bercakar tajam, dan patukannya kebanyakan ditujukan ke merpati lain. Animal Diversity Web mencatat bahwa di wilayah sarangnya, jantan dan betina sama-sama agresif dan mematuk kepala pengganggu, tetapi pengganggu itu merpati lain. Di antara sesama merpati, perkelahian serius kebanyakan soal tempat sarang dan tenggeran; baca merpati liar untuk cara hidup mereka.

Apakah merpati ingat orang yang pernah mengusirnya?
Ya, dan merpati menghindari orang itu. Dalam penelitian di sebuah taman di Paris yang terbit pada 2011, dua peneliti dengan postur dan umur yang mirip memberi makan merpati liar sambil memakai jas laboratorium berbeda warna. Yang satu membiarkan burung makan, yang lain mengusirnya. Kemudian, saat tidak ada yang mengusir, merpati tetap menjauhi orang yang pernah bersikap memusuhi, bahkan setelah keduanya bertukar jas. Para peneliti menduga burung-burung itu mengenali wajah.
Merpati bereaksi dengan menjaga jarak, bukan menyerang. Merpati yang pernah diusir lebih mungkin menghindari Anda, dan yang pernah diberi makan lebih mungkin mendekat. Untuk apa saja yang bisa dipelajari merpati, baca apakah merpati pintar; untuk kehidupan emosinya, baca apakah merpati punya perasaan.
Bagaimana dengan video serangan merpati?
Video merpati yang “menyerang” memang beredar. Salah satunya, diunggah kanal lokal Talk of the Sound dengan judul “When Pigeons Attack (at New Roc City)”, menampilkan seekor merpati yang terbang ke arah orang-orang.
Video tidak bisa menunjukkan apa yang terjadi sebelum perekaman, misalnya ada sarang di dekatnya, ada orang yang mengusir burung itu, atau ada yang memberinya makan. Sebuah laporan tertulis dari Singapura tahun 2012 yang dikirim ke Bird Ecology Study Group menceritakan merpati yang terbang rendah dan cepat ke arah seorang perempuan di halte bus; burung itu lewat di atas kepalanya dan hinggap di tiang lampu terdekat tanpa menyentuhnya.
Apakah merpati bisa melukai Anda?
Catatan: artikel ini berisi informasi umum, bukan nasihat medis. Jika Anda mengalami gejala atau khawatir tentang kesehatan Anda, periksakan diri ke dokter.
Tidak sampai serius. Patukan atau tamparan sayap bisa terasa perih dan sesekali melukai kulit. NHS (layanan kesehatan Inggris) menyarankan membersihkan luka kecil dengan membilasnya di air keran, membersihkan kulit di sekitarnya dengan sabun dan air, lalu menutupnya dengan plester. Periksakan diri ke dokter segera jika luka bengkak, merah dan makin nyeri, atau jika Anda merasa tidak enak badan atau demam tinggi.
Bagi banyak orang, penyakit lebih mengkhawatirkan, tetapi risikonya rendah. Psitakosis (ornitosis), infeksi yang paling sering dikaitkan dengan merpati, terutama menular lewat menghirup debu dari kotoran atau bulu yang kering, dan menurut UK Health Security Agency biasanya kurang dari 10 kasus terkonfirmasi dilaporkan di Inggris setiap tahun. Dinas kesehatan New York City menyebut risiko penyakit terkait merpati jarang, dan paling tinggi pada orang dengan daya tahan tubuh lemah. Baca apakah merpati membawa penyakit untuk lebih lanjut.
Cara agar merpati tidak mendekati Anda
- Jangan menyodorkan makanan atau makan di tengah kawanan jika Anda tidak ingin dihinggapi burung.
- Biarkan sarangnya. Jika terpaksa memeriksa, bergeraklah pelan dan pakai sarung tangan; induk yang penakut biasanya akan pergi.
- Jika merpati terbang ke arah Anda, tetap tenang. Hampir selalu burung itu hanya lewat, bukan menuju Anda.
- Jika merpati peliharaan mematuk Anda, cari penyebabnya, misalnya sarang, pasangan atau takut dipegang. Baca kenapa merpati menggigit saya.
- Jika Anda perlu mengangkat merpati yang sakit atau terluka, tutupi dulu pelan-pelan dengan handuk. Baca apa yang harus dilakukan jika menemukan merpati terluka.
Di Inggris, burung liar, telurnya dan sarang yang sedang dipakai dilindungi undang-undang, termasuk merpati liar; merusak sarang yang sedang dipakai memerlukan izin, seperti dijelaskan GOV.UK. Di Indonesia, aturannya bisa berbeda menurut daerah. Jika merpati bersarang di tempat yang tidak Anda inginkan, baca masalah merpati tetangga dan di mana merpati membuat sarang. Burung camar, yang kadang dikira merpati, lebih berani dan memang menukik ke arah orang di dekat anaknya; baca merpati vs camar.
Tanya jawab
Apakah merpati menyerang orang?
Sangat jarang. Merpati yang mempertahankan telur atau anaknya bisa mematuk atau memukul dengan sayap ke tangan yang mendekati sarang. Menyerang orang tanpa sebab bukan perilaku normal merpati.
Kenapa ada merpati terbang ke arah kepala saya?
Biasanya karena burung itu sedang lepas landas, mendarat atau menuju tenggeran di belakang Anda, atau karena satu kawanan terbang serentak. Merpati lincah dan bisa berbelok menghindari orang. Jika Anda sedang memegang makanan, mungkin makanan itulah yang dicarinya.
Apakah merpati bisa melukai Anda?
Tidak sampai serius. Patukan dan tamparan sayap bisa terasa perih dan sesekali melukai kulit. Bersihkan luka kecil dan minta saran medis jika luka menjadi merah, bengkak dan nyeri, atau Anda merasa tidak enak badan.
Kenapa ada merpati yang mengikuti saya?
Paling sering karena mengharapkan makanan. Merpati mengingat orang dan bisa mengenali individu, jadi burung yang pernah diberi makan seseorang akan mendekati orang itu lagi.
Apakah merpati mematuk manusia?
Kadang-kadang. Merpati yang bersarang mematuk tangan yang dekat dengan telurnya, merpati yang lapar mungkin mematuk makanan di tangan Anda, dan merpati peliharaan bisa mematuk pemiliknya saat musim kawin atau saat ketakutan.
Apakah merpati akan menyerang anak-anak?
Merpati tidak punya alasan mengincar anak-anak. Masalah biasanya muncul karena anak-anak mengejar merpati atau merogoh sarangnya. Ajari anak-anak untuk mengamati burung dengan tenang dan mencuci tangan setelah memberi makan.
Sumber
Kami memeriksa setiap sumber pada 4 November 2026.
- Goodwin, D. Ethogram of the pigeon (Great Lakes Pigeon Rescue, dalam bahasa Inggris) (opens in new tab)
- Animal Diversity Web: Columba livia (dalam bahasa Inggris) (opens in new tab)
- Belguermi, A. dkk. (2011). Pigeons discriminate between human feeders. Animal Cognition 14: 909–914 (dalam bahasa Inggris) (opens in new tab)
- EurekAlert! (Society for Experimental Biology): Pigeons never forget a face (2011, dalam bahasa Inggris) (opens in new tab)
- Bird Ecology Study Group: Attacked by a rock pigeon (2012, dalam bahasa Inggris) (opens in new tab)
- Talk of the Sound: When Pigeons Attack (at New Roc City), YouTube (dalam bahasa Inggris) (opens in new tab)
- NHS (Inggris): Cuts and grazes (dalam bahasa Inggris) (opens in new tab)
- UK Health Security Agency: Psittacosis (dalam bahasa Inggris) (opens in new tab)
- NYC Health: Pigeon-related diseases (dalam bahasa Inggris) (opens in new tab)
- GOV.UK: Wild birds, protection and licences (Inggris, dalam bahasa Inggris) (opens in new tab)
Terakhir diperbarui: 4 November 2026 · Perilaku
