Spinifex pigeon adalah merpati kecil berwarna cokelat karat dengan jambul tinggi dan runcing di kepala. Seperti kerabatnya, kelompok bronzewing, sayapnya berbunyi menderu keras saat lepas landas.

Bunyi ini mungkin membantu memperingatkan burung lain di tanah bahwa ada pemangsa di dekatnya.
Asal-usul, tempat tinggal, dan perpindahan spinifex pigeon
Spinifex pigeon termasuk genus Geophaps (opens in new tab) dalam famili Columbidae.
Burung ini satu dari tiga spesies dalam genus ini, yang semuanya hanya ada di Australia (Australia punya sekitar 25 spesies merpati asli, termasuk wonga pigeon dan bronzewing pigeon).
Merpati ini asli Australia dan tidak ditemukan di tempat lain.
Sebagian besar hidup di Australia bagian utara dan tengah.

Anda bisa menemukannya di daerah berbatu, pegunungan, dasar sungai kering, dan padang rumput, terutama rumput spinifex.
Biasanya burung ini tinggal tidak jauh dari air, walaupun mampu bertahan di daerah yang sangat kering.
Burung ini biasanya juga tidak bermigrasi karena, seperti disebut di atas, selalu dekat dengan sumber air.
Namun, burung ini bisa berpindah dari satu kawanan ke kawanan lain.
Sekelompok spinifex pigeon bisa meninggalkan kawanannya untuk bergabung sebentar dengan kawanan lain, lalu kembali.
Tampaknya mereka sekadar berkunjung singkat ke kawanan lain.
Spinifex pigeon suka bergaul.
Burung ini biasanya terlihat berpasangan atau dalam kelompok kecil, dan kawanan yang lebih besar kadang berkumpul di sumber air.
Penampilan dan ukuran spinifex pigeon
Ciri yang paling mencolok adalah jambulnya yang tinggi dan runcing.
Jambul ini membuat penampilannya sangat khas.

Warnanya cokelat kemerahan dalam berbagai gradasi, dan sayap serta punggungnya punya corak garis-garis hitam tipis.
| Rentang sayap | Panjang | Berat | Warna | |
|---|---|---|---|---|
| Spinifex pigeon | 30-35 cm | 20-23,5 cm | 80-110 g | Cokelat kemerahan dengan sedikit corak abu-abu, hitam, dan putih |
| Merpati liar rata-rata | 64-72 cm | 29-37 cm | 240-380 g | Abu-abu kebiruan dengan sedikit hitam |
Sebagian besar berperut putih, tetapi beberapa subspesies berperut cokelat.
Paruh dan tenggorokannya hitam mengilap, dan sisi mahkota serta dahinya abu-abu pucat.
Kaki dan telapaknya keabu-abuan, dan di wajahnya ada bercak kulit tak berbulu berwarna merah cerah.
Burung ini juga punya beberapa ciri warna yang unik.

Misalnya, tepi wajahnya punya garis hitam mengilap seperti bingkai, ada garis putih dari dagu sampai ke belakang mata, dan ada garis putih lain yang melintang di dadanya.
Dari segi ukuran, spinifex pigeon jelas lebih kecil daripada merpati pada umumnya.
Panjangnya sekitar 20 sampai 23,5 cm, rentang sayapnya 30 sampai 35 cm, dan beratnya sekitar 80 sampai 110 gram.
Sebagai perbandingan, merpati liar rata-rata panjangnya sekitar 29 sampai 37 cm, dengan rentang sayap 64 sampai 72 cm.
Beratnya biasanya sekitar 240 sampai 380 gram.
Pakan dan pemeliharaan
Spinifex pigeon terutama memakan biji rumput dan tanaman herba.
Karena banyak menghabiskan waktu di daerah yang ditumbuhi rumput spinifex, biji rumput ini juga menjadi bagian dari pakannya.
Burung ini juga memakan sedikit serangga, yang konon termasuk cacing dan semut.

Spinifex pigeon kadang dipelihara oleh penghobi burung, di tempat yang aturan satwa liar setempatnya membolehkan.
Di alam liar burung ini dilindungi, dan sering bisa dilihat di taman nasional dan cagar alam di Australia utara dan tengah.
Jika Anda melihatnya saat berkemah, nikmati saja mengamatinya, tetapi jangan memberi makan burung liar.
Perkembangbiakan dan umur
Spinifex pigeon terutama berbiak dari akhir musim dingin sampai awal musim panas di Australia (sekitar Agustus sampai Januari), tetapi bisa juga berbiak di waktu lain, terutama setelah hujan.
Telurnya diketahui berwarna putih krem, dan betina biasanya bertelur dua butir setiap musim kawin.
Pada musim kawin, spinifex pigeon kebanyakan bersarang di tanah. Jantan dan betina bergantian menjaga sarang dan sama-sama mengerami telur.
Pengeraman berlangsung sekitar 16 sampai 18 hari.
Piyik tumbuh cepat dan sudah bisa terbang pada umur sekitar dua minggu.
Setelah itu piyik tinggal bersama induknya selama beberapa waktu sebelum hidup mandiri.
Belum ada catatan tentang umur pasti spinifex pigeon.
Merpati pada umumnya sering hidup sekitar 6 tahun di alam liar, dan sampai 15 tahun atau lebih di penangkaran.
Apakah spinifex pigeon langka?
Spinifex pigeon digolongkan “Risiko Rendah” (Least Concern) oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Burung ini umum di habitat yang cocok di sebagian besar Australia, dan jumlahnya diduga stabil.
Mengenali spinifex pigeon
Dengan jambul, wajah cerah, dan bulu cokelat karatnya, spinifex pigeon mudah dikenali, dan saat ini tidak terancam.
Terakhir diperbarui: 4 November 2026 · Jenis Merpati
