Pigeon dan dove termasuk famili burung yang sama, dan merpati, terutama yang membawa ranting zaitun di paruhnya, dikenal luas sebagai lambang perdamaian. Merpati modern adalah keturunan merpati karang.
Merpati menjadi simbol Kristen yang penting dan, dari situ, menjadi lambang perdamaian di banyak bagian dunia, tetapi manusia sudah memakainya sebagai simbol jauh sebelum agama Kristen.
Budaya
Sepanjang masa dan di berbagai budaya, merpati dikaitkan sebagai simbol dengan berbagai kebajikan.
Karena warnanya yang putih bersih, merpati menjadi simbol kesucian dan kepolosan.
Kebajikan lain yang dilambangkan merpati antara lain kebijaksanaan, pengetahuan, pengertian, nasihat, ketabahan, dan kesalehan.

Karena merpati berpasangan seumur hidup, burung ini juga dikaitkan dengan kesetiaan dalam pernikahan.
Dalam bahasa Inggris, kata dove juga dipakai sebagai panggilan sayang.
Pelukis Spanyol Pablo Picasso mempopulerkan gambar merpati sebagai lambang perdamaian di era modern, bahkan menamai putrinya Paloma, kata dalam bahasa Spanyol untuk merpati.
Seniman Amerika Andy Warhol memasukkan gambar merpati, yang diambil dari logo sabun, dalam salah satu karya Last Supper-nya, dan merpati itu sering ditafsirkan sebagai Roh Kudus.
Sejarah
Di Mesopotamia kuno, merpati sudah dipakai sebagai simbol yang dikaitkan dengan Dewi Inanna-Ishtar.
Ia adalah dewi perang, cinta, dan seksualitas.
Gambar merpati mengelilingi pemujaannya, dan diyakini bahwa ia kadang menjelma menjadi merpati.
Agama
Dalam agama Yahudi, merpati muncul dalam kisah Air Bah dan dipersembahkan di Bait Suci, dan beberapa tulisan para rabi membandingkan Roh Allah yang melayang di atas air dengan seekor merpati. Merpati sudah berperan secara spiritual jauh sebelum agama Kristen.

Menurut Protoevangelium Yakobus, teks abad kedua yang tidak termasuk dalam Alkitab, saat seorang suami sedang dipilih untuk Maria, ibu Yesus, seekor merpati keluar dari tongkat Yusuf dan hinggap di kepalanya, sebagai tanda bahwa dialah yang terpilih.
Injil Lukas menyebutkan bahwa ketika Yesus dipersembahkan di Bait Allah, orang tuanya mempersembahkan sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati, persembahan biasa dari keluarga yang tidak mampu membeli anak domba.
Beberapa ahli juga mengaitkan merpati dengan dewi-dewi Kanaan seperti Asyera.
Yunani
Banyak dewa Yunani yang dikaitkan dengan merpati sebagai simbol pemujaannya.
Merpati terutama dikaitkan dengan Afrodit, dewi cinta, dan merpati sering muncul dalam pemujaan dan karya seni tentang dirinya.

Konon para pengikut Afrodit memakai darah merpati kurban untuk menyucikan altar di kuil-kuilnya dan pada perayaan atas namanya.
Dalam seni Yunani kuno, merpati bisa ditemukan dalam lukisan di tembikar, dalam bentuk patung, dan dalam relief. Merpati juga dikaitkan dengan Zeus.
Romawi
Ketika bangsa Romawi mengambil alih dewa-dewa Yunani dan menamainya ulang, mereka juga mengambil simbol-simbol yang mewakili atau dikaitkan dengan dewa-dewa itu.
Venus, dewi cinta, tetap dilambangkan dengan merpati.
Merpati kadang juga digambarkan bersama dewi-dewi lain.
Kristen
Dalam Alkitab, kisah Nuh dan Air Bah menampilkan seekor merpati.
Nuh mula-mula melepaskan seekor burung gagak, lalu seekor merpati, yang kembali karena tidak menemukan tempat hinggap. Tujuh hari kemudian ia melepaskan merpati itu lagi, dan merpati itu kembali membawa sehelai daun zaitun di paruhnya.

Dalam Injil Yohanes, Yohanes Pembaptis mengatakan bahwa ia diberi tahu akan mengenali Mesias ketika melihat Roh turun dan tinggal di atasnya.
Injil-injil menggambarkan Roh turun ke atas Yesus seperti burung merpati ketika Ia dibaptis oleh Yohanes, lalu Yohanes memberitakan-Nya.
Dengan begitu, merpati juga menjadi simbol Kristen. Merpati sering muncul dalam seni Kristen awal, dan para pelukis Eropa kemudian meneruskan tradisi ini.
Umat Kristen awal memakai merpati, bersama ikan dan jangkar, sebagai simbol iman mereka sebelum salib menjadi simbol utama seperti sekarang.
Kini merpati menjadi tanda universal perdamaian, cinta, dan Roh Kudus.
Britania kuno
Dalam beberapa versi legenda Raja Arthur, seekor merpati muncul bersama Cawan Suci.
Islam
Dalam Islam, merpati diperlakukan dengan hormat. Menurut riwayat yang terkenal, merpati menolong Nabi Muhammad ketika beliau bersembunyi di sebuah gua dalam hijrah dari Mekah ke Madinah.
Kisahnya menyebutkan sepasang merpati bersarang di mulut gua dan seekor laba-laba merajut sarangnya di sana.
Orang-orang yang mencari beliau mengira gua itu kosong dan pergi.
Merpati juga dipelihara di Mesir, Iran, dan tempat lain di menara-menara besar yang disebut dovecote, terutama untuk mengumpulkan kotorannya sebagai pupuk.
Asia
Di dunia timur, Hachiman, dewa perang Jepang, konon memakai merpati sebagai pembawa pesan.
Baca juga: Apakah kejatuhan kotoran merpati membawa keberuntungan?
Penutup
Selain merpati sebagai lambang perdamaian yang dikenal luas, kebanyakan dari kita kini jarang memperhatikan merpati.
Namun, merpati sudah sangat lama berhubungan dengan manusia, sejak zaman kuno.
Sepanjang sejarah dan di banyak budaya, merpati dikaitkan dengan agama, dan sering melambangkan Roh Allah dan perdamaian.
Terakhir diperbarui: 4 November 2026 · Fakta
