Crested pigeon (Ocyphaps lophotes) adalah salah satu merpati asli Australia. Burung ini mudah dikenali dari jambul di kepalanya dan tersebar di sebagian besar benua itu. Nama ilmiahnya diberikan pada tahun 1822 oleh ahli zoologi Belanda Coenraad Jacob Temminck (opens in new tab).
Asal-usul crested pigeon
Sebagai spesies asli Australia, kerabat terdekat crested pigeon adalah spinifex pigeon dan flock bronzewing.
Burung ini punya beberapa ciri tubuh yang sama dengan flock bronzewing. Crested pigeon juga satu dari hanya dua merpati Australia yang punya jambul tegak di kepala. Yang satunya lagi adalah spinifex pigeon.
Crested pigeon lebih besar daripada spinifex pigeon.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa naturalis Inggris John Latham sudah menggambarkan spesimen yang dikumpulkan di New South Wales pada tahun 1801, sebelum Temminck memberinya nama resmi.

Penyebaran dan habitat crested pigeon
Crested pigeon bisa ditemukan di hampir seluruh daratan Australia, kecuali kawasan tropis di ujung utara.
Wilayah sebarannya membentang dari Queensland sampai Australia Barat, dan dari gurun di bagian tengah sampai pantai selatan.
Crested pigeon terutama hidup di tanah, jadi Anda tidak akan menemukannya di hutan lebat atau daerah yang sangat kering. Burung ini paling sering ditemukan di sabana, padang rumput, hutan terbuka, dan lahan pertanian yang luas, tetapi selalu tidak jauh dari sumber air.

Spesies ini juga sering terlihat di kebun, taman, dan area terbuka lain di kota.
Crested pigeon bukan burung migran dan tidak berpindah jauh mengikuti musim. Wilayah jelajahnya cukup tetap sepanjang tahun, dan burung ini hanya berpindah jika ketersediaan air dan pakan berubah.
Status crested pigeon
Per 2023, International Union for Conservation of Nature (opens in new tab) (IUCN) memasukkan crested pigeon ke kategori “Risiko Rendah” (Least Concern). Artinya, populasi spesies ini saat ini dianggap tidak menghadapi ancaman besar.
Menurut IUCN, tren populasinya meningkat.

Penampilan crested pigeon
| Rentang sayap | Panjang | Berat | Warna | |
|---|---|---|---|---|
| Crested pigeon | 40-45 cm | 30-34 cm | 150-250 g | Abu-abu dengan semburat cokelat dan hijau, jambul kepala hitam |
| Merpati liar rata-rata | 64-72 cm | 32-37 cm | 300-500 g | Abu-abu kebiruan dengan sedikit hitam |
Crested pigeon adalah burung berukuran sedang. Burung dewasa bisa mencapai panjang 34 cm dan berat 250 gram.
Bulu utamanya abu-abu pucat dengan semburat cokelat, tetapi ada beberapa bagian yang warnanya indah.
Sisi dada dan lehernya merah muda, bagian kloaka abu-abu kekuningan, bulu penutup di bawah ekor abu-abu lebih gelap, dan bulu penutup di bawah sayap berwarna putih.

Bulu terbangnya abu-abu, dan ada garis-garis hitam yang khas pada bulu penutup sayap dan bulu bahu.
Di sayapnya juga ada bulu berkilau berwarna ungu dan hijau metalik dengan tepi putih yang jelas.
Ekornya panjang dan runcing, berwarna abu-abu kecokelatan dengan ujung putih yang lebar.
Ciri yang paling khas adalah jambul kecil yang sangat tegak di kepalanya yang abu-abu. Jambul ini terdiri dari bulu abu-abu berujung hitam, dan dari situlah namanya berasal.
Matanya kuning jingga dengan lingkar mata merah muda. Paruhnya kecil dan hitam, dengan pangkal dan sera berwarna abu-abu.
Kaki dan telapaknya berwarna merah kemerahmudaan.
Jantan dan betina tampak sangat mirip.
Crested pigeon kadang disebut topknot pigeon, padahal topknot pigeon adalah spesies lain dengan hiasan kepala yang sangat berbeda. Topknot pigeon tidak punya jambul tegak seperti crested pigeon dan spinifex pigeon.
Watak crested pigeon
Crested pigeon termasuk burung sosial. Biasanya burung ini terlihat berpasangan atau dalam kelompok kecil. Jika pakan dan air melimpah, kelompoknya kadang bisa mencapai seratus ekor atau lebih.
Dalam kelompoknya, burung-burung ini berkomunikasi dengan berbagai jenis suara dan panggilan.
Suara panggilannya berupa “cooo-oo” yang lembut dan sendu (seperti dalam rekaman suara di bawah). Suara ini bisa berubah menjadi “coo-wooo” yang keras dengan nada naik di tengah.
Saat memamerkan diri untuk kawin, burung ini mengeluarkan dengusan pendek “oo”.
Suara “whoop” tunggal adalah tanda bahaya.
Sayap crested pigeon berbunyi siulan keras saat burung ini terbang. Bunyi itu berasal dari satu bulu terbang yang bentuknya berbeda, dan penelitian menunjukkan bahwa crested pigeon lain menganggapnya sebagai tanda bahaya.
Cara terbangnya berupa kepakan sayap yang cepat, diselingi meluncur dengan cepat.

Pakan crested pigeon
Spesies ini pemakan biji. Pakan utamanya adalah rumput, semak, tanaman herba, serta biji dan bulir yang jatuh ke tanah.
Crested pigeon juga memakan buah dari pohon asli maupun pohon pendatang, ditambah hewan kecil tak bertulang belakang dan serangga yang memberi protein dan nutrisi lain.
Petani cukup menyukai crested pigeon. Burung ini memang suka memakan biji tanaman mereka, tetapi juga memakan gulma invasif Echium plantagineum (Patterson’s Curse) (opens in new tab) yang beracun bagi ternak.
Perkawinan dan pembiakan crested pigeon
Crested pigeon bisa berbiak kapan saja sepanjang tahun, tetapi paling sering pada bulan-bulan yang lebih hangat.
Burung ini membuat sarang ranting yang rapuh di semak berduri yang rapat, biasanya 1 sampai 5 meter di atas tanah.
Pada musim kawin, burung jantan memamerkan diri dengan terbang. Ia terbang naik dengan sudut curam sambil mengepakkan sayap kuat-kuat sampai berbunyi seperti tepukan, lalu meluncur turun melengkung dengan sayap terbuka dan hinggap di tempat bertengger.

Burung jantan juga memamerkan diri dengan membungkuk. Ia mendekati betina dengan sayap terangkat untuk memperlihatkan bagian bulunya yang mengilap, lalu mengangkat dan mengembangkan ekornya. Setelah itu ia naik-turun dengan cepat sambil menekuk kaki dan mengeluarkan suara “oo”.
Spesies ini bisa membesarkan beberapa kali anakan dalam setahun.
Sepasang merpati membuat sarang bersama. Betina bertelur dua butir telur putih, lalu kedua induk mengeramnya bergantian selama sekitar tiga minggu.
Setelah menetas, piyik diberi susu tembolok oleh kedua induknya.
Piyik tinggal di sarang selama dua sampai tiga minggu dan terus diberi makan oleh induknya.
Merawat crested pigeon
Crested pigeon adalah merpati liar. Cara terbaik untuk membantunya adalah ikut menjaga habitat yang disukainya tetap baik, supaya burung ini terus bisa hidup dan berkembang biak.
Terakhir diperbarui: 4 November 2026 · Jenis Merpati
