Eurasian collared dove, dengan nama ilmiah Streptopelia decaocto, berasal dari Eropa dan Asia.
Walaupun benua Eropa dan Asia adalah tempat asal dan perkembangan burung ini, kini burung ini ditemukan di seluruh dunia, termasuk di Jepang dan banyak pulau di Karibia.

Dari segi status konservasi, Eurasian collared dove tercatat berstatus “Risiko Rendah” (Least Concern) dalam Daftar Merah IUCN (opens in new tab).
Ini terutama berkat wilayah sebaran dan keberadaannya yang sangat luas di dunia, serta tren populasinya yang sehat dan terus bertambah.
Asal-usul dan penyebaran Eurasian collared dove
Nama Eurasian collared dove memberi petunjuk tentang asal-usulnya. Burung ini diduga awalnya berasal dari kawasan Teluk Benggala (kini India, Bangladesh, Sri Lanka, dan Myanmar).
Pada 1600-an, burung ini sudah sampai (entah karena didatangkan atau bermigrasi secara alami) ke Turki dan Balkan (Eropa tenggara).
Bukti juga menunjukkan bahwa burung ini bisa ditemukan sejauh Tiongkok di timur.
Pada titik ini, tampaknya ada perbedaan pendapat.
Beberapa catatan lama menyebutkan bahwa burung ini sudah tersebar luas di Eropa pada 1900, tetapi hal ini kurang didukung bukti.

Kebanyakan sumber menggambarkan penyebaran yang cepat di seluruh Eropa dalam beberapa dekade setelah 1930-an.
Sejarah mencatat burung ini sampai di Jerman pada 1945 dan Britania Raya pada 1952, dan pertama kali berbiak di sana pada 1956.
Pada 1955, Inggris hanya mencatat empat ekor, tetapi pada 1970 jumlahnya sudah bertambah menjadi 20.000 pasang.
Kini burung ini bisa ditemukan di seluruh Eropa, dari Lingkar Arktik Norwegia di utara sampai Maroko dan Kepulauan Canary di selatan, dan sampai Pegunungan Ural di Rusia di timur.
Eurasian collared dove didatangkan ke Jepang dan juga punya populasi besar di Amerika Utara.
Kedatangannya di AS bermula pada 1974, ketika beberapa ekor lepas dari penangkaran di Bahama lalu berbiak.
Burung ini menyebar ke Florida, lalu dari sana ke arah barat laut, hingga tiba di Pacific Northwest pada 1999.
Catatan menunjukkan (opens in new tab) burung ini ada di Alabama pada 1991, Texas 1995, South Dakota 1996, Montana 1997, Minnesota 1998, Iowa 1999, dan Oregon pada 1999.
Sejak itu burung ini terlihat di California, Colorado, Missouri, dan Tennessee, dan dalam jumlah yang jauh lebih sedikit di negara-negara bagian timur laut.
Burung ini juga tersebar di seluruh Karibia, Kanada, dan Meksiko.
Populasinya di Inggris diperkirakan sekitar 800.000 sampai 1 juta pasang yang berbiak.
Burung ini menghuni hampir setiap negara bagian di AS, sehingga jumlahnya hanya bisa diperkirakan.
Invasive Species Compendium (opens in new tab) mencatat bahwa jumlah globalnya sulit diperkirakan, dan Eropa saja diduga menampung beberapa juta pasang yang berbiak.
Eurasian collared dove adalah salah satu spesies burung pendatang modern yang paling berhasil.
Spesies invasif
Spesies invasif (opens in new tab) adalah tumbuhan atau makhluk apa pun yang bermigrasi atau didatangkan ke suatu lingkungan dan berdampak buruk di sana.
Spesies ini merusak ekosistem yang ada dan mengganggu keseimbangannya. Misalnya, hewan invasif menguasai rantai makanan dan menyingkirkan spesies yang lebih lemah, atau tumbuhan tumbuh begitu luas sehingga membatasi ruang tumbuh tumbuhan lain.
Spesies invasif yang terkenal antara lain kodok tebu (cane toad) di Australia dan Japanese knotweed di Inggris.

Di AS, Eurasian collared dove sebagai burung bukan asli digolongkan sebagai spesies invasif (opens in new tab).
Ada kekhawatiran spesies ini akan menggeser spesies burung dara asli serta spesies burung buruan lainnya.
Sebagai spesies invasif, Eurasian collared dove sah untuk diburu di AS (sesuai musim berburu yang ditetapkan dan hukum negara bagian).
Di Inggris, burung ini boleh dikendalikan dalam situasi tertentu berdasarkan izin umum (general licence), dan di sebagian Pakistan burung ini dianggap hama tanaman.
Di Inggris, burung ini hanya boleh dibunuh secara sah sesuai syarat dalam Wildlife and Countryside Act.
Habitat Eurasian collared dove
Eurasian collared dove hidup dan berkembang baik di perkotaan maupun pedesaan, tetapi tampaknya lebih suka tempat yang banyak tempat bertenggernya.
Burung ini bertengger di pohon, bangunan, lumbung, serta kabel dan tiang di atas kepala.

Burung ini biasanya menghindari tempat yang sangat terbuka (seperti lahan pertanian) yang sedikit tempat bertenggernya, dan juga kawasan berhutan lebat.
Gabungkan tempat bertengger dengan ketersediaan makanan, maka Anda mendapatkan habitat ideal bagi burung ini.
Gudang serealia dan tempat ternak dipelihara adalah tempat favorit Eurasian collared dove di pedesaan.
Tempat bersarangnya biasanya di pohon dan semak dekat permukiman manusia, juga di bangunan dan konstruksi lain.
Penampilan Eurasian collared dove
Burung ini berukuran sedang dan bertubuh kekar.
Panjangnya mencapai 30-33 cm dan beratnya sekitar 200 g.
Eurasian collared dove bertubuh montok dan berkaki pendek, dengan kepala kecil di atas leher pendek dan ekor panjang.
Burung ini lebih besar daripada mourning dove, tetapi lebih ramping daripada merpati karang dan ekornya lebih panjang daripada merpati karang. Meski begitu, burung ini sering tertukar dengan mourning dove.
Sayap Eurasian collared dove lebar dan agak membulat, dan ekornya juga lebar dengan ujung persegi yang tampak putih dari bawah.

Saat terbang, Anda akan melihat ujung sayapnya lebih gelap daripada bagian sayap lainnya.
Warna Eurasian collared dove berkisar dari cokelat muda seperti kapur sampai abu-abu kekuningan dengan semburat yang hampir merah muda (walaupun tidak semerah muda punai gading!).
Kaki dan telapaknya merah tua/ungu muda, sedangkan paruhnya hitam dan ramping.
Ciri khasnya adalah bulan sabit hitam sempit berpinggiran putih di tengkuknya, asal namanya (collared berarti berkalung).
Kalung inilah yang membedakannya dari jenis burung dara dan merpati lain yang penampilan umumnya mirip.
Watak
Perilaku khas Eurasian collared dove adalah bertengger di tempat tinggi seperti tiang telepon, kabel, atau pohon besar sambil mengeluarkan dekut tiga suku kata yang berulang tanpa henti.
Burung ini melakukannya sendiri-sendiri maupun bersama-sama.
Kadang saat mendarat, burung ini mengeluarkan suara yang lebih kasar, yang digambarkan seperti pekikan “hah-hah”.
Ciri pola terbangnya antara lain kepakan sayap pendek yang terputus-putus, serta luncuran melingkar yang mengesankan.
Saat berjalan, Eurasian collared dove cenderung mengangguk-anggukkan kepala dan menjentikkan ekornya secara berirama.
Dalam hubungannya dengan manusia, burung ini sama sekali tidak pemalu.
Walaupun sebagian spesies sangat waspada terhadap kehadiran dan interaksi dengan manusia, bahkan collared dove yang paling liar pun sering mau mendekati permukiman manusia untuk mencari makan.
Walaupun umumnya tenang, Eurasian collared dove bisa cukup agresif saat mempertahankan sumber makanan.
Pakan Eurasian collared dove
Pakan Eurasian collared dove sangat umum untuk burung seukurannya dan khas untuk seluruh famili Columbidae.
Tentu saja tergantung lokasinya, collared dove biasanya memakan:
- Biji-bijian
- Bulir serealia
- Milet
- Biji bunga matahari
- Milo (sorgum)
- Gandum
- Jagung
- Buah beri
- Bagian hijau tumbuhan
- Sesekali invertebrata yang sangat kecil, walaupun ini biasanya bukan pilihan utama Eurasian collared dove.
Perkawinan dan pembiakan Eurasian collared dove
Eurasian collared dove biasanya suka berbiak di dekat permukiman manusia, karena di situlah sisa makanan dan bahan sarang paling melimpah.
Kebanyakan sarangnya ditemukan cukup dekat dengan bangunan berpenghuni.

Betina bertelur dua butir telur putih, yang kemudian dierami selama 14 sampai 18 hari.
Tidak ada musim kawin tertentu; pembiakan terjadi hampir sepanjang tahun, walaupun telur pada bulan-bulan musim dingin di Eropa timur laut jauh lebih jarang.
Rata-rata sepasang burung menghasilkan tiga sampai empat kali anak per tahun.
Pertunjukan kawin spesies ini berupa terbang ritual oleh jantan, yaitu naik cepat hampir tegak lurus, lalu meluncur panjang dan berjungkir balik melingkar.
Pertunjukan ini bertujuan memikat betina.
Merawat Eurasian collared dove
Perawatan dasar yang efektif untuk Eurasian collared dove di lingkungan peliharaan cukup mudah.
Sediakan sangkar besar, dengan setiap ekor memerlukan ruang minimal sekitar 2 kaki persegi (sekitar 0,2 m²). Makin besar sangkarnya, makin baik, dan selalu letakkan di bagian rumah yang tidak ada lubang angin atau jendela terbuka. Embusan angin bisa membahayakan kesehatan burung dara.
Jika ingin memelihara beberapa ekor, Anda perlu membeli atau membuat kandang merpati.
Jika Anda menginginkan hiasan untuk kebun dan ingin menarik burung dara, beli atau buat dovecote sendiri dengan rancangan dovecote gratis kami.
Letakkan makanan dan air di dasar sangkar, karena di situlah burung dara paling nyaman minum dan makan.
Makanan dan air sebaiknya diganti setiap hari.
Beri campuran biji, serealia, dan buah yang baik untuk menjaga keseimbangan vitamin dan nutrisi. Sedikit grit burung juga membantu pencernaan.
Apa pun tempat tinggal yang Anda pilih, burung ini lebih suka punya beberapa tempat bertengger.
Burung dara suka mandi secara teratur, jadi semprotan air setiap hari dengan botol semprot akan sangat disukainya.
Jika Anda memelihara burung dara di dalam rumah, pastikan Anda membiarkannya terbang keliling rumah selama beberapa waktu setiap hari.
Burung ini perlu cukup bergerak agar tetap sehat.
Umumnya burung ini tidak ingin “kabur”, dan yang dibiarkan terbang di luar biasanya tidak pergi terlalu jauh.
Sangkar dan kandang sebaiknya dibersihkan sepenuhnya setidaknya seminggu sekali.
Fakta menarik lainnya
Dalam bahasa Inggris, ada beberapa kata benda kolektif yang bisa dipakai untuk kawanan Eurasian collared dove, antara lain:
- Bevy
- Cote
- Dole
- Dule
- Flight
Para ilmuwan menyebut Eurasian collared dove sebagai salah satu dari dua spesies yang diperdebatkan sebagai nenek moyang liar barbary dove peliharaan.
Dalam nama ilmiahnya, Streptopelia berarti merpati berkalung, dan decaocto adalah bahasa Yunani untuk delapan belas.
Nama ini berasal dari legenda Yunani tentang seorang gadis pelayan yang bekerja terlalu keras dan hanya dibayar 18 keping uang setahun, lalu diubah para dewa menjadi burung dara agar bisa lepas dari penderitaannya.
Menurut cerita rakyat, suara tiga nada burung ini masih mengulang “deca-octo”, keluhan gadis itu tentang upahnya.
Salah satu kekhawatiran tentang penyebaran Eurasian collared dove adalah burung ini membawa parasit Trichomonas gallinae (opens in new tab).
Walaupun bukan satu-satunya burung pembawanya, jumlahnya yang sangat banyaklah yang menimbulkan kekhawatiran.
Terakhir diperbarui: 4 November 2026 · Jenis Merpati
