
Awalnya ditulis oleh dokter hewan kami, Cristina Vulpe, DVM, PhD. Diperbarui Oktober 2026.
Cristina memeriksa artikel kesehatan Pigeonpedia agar saran medisnya bisa dipercaya.
Tembolok asam (sour crop) adalah gangguan yang dialami banyak jenis burung, termasuk ayam, burung beo, dan merpati.
Catatan: artikel ini berisi informasi umum dan tidak menggantikan saran dokter hewan burung atau petugas rehabilitasi satwa liar yang berizin. Jika Anda menemukan burung yang terluka atau sakit, hubungi dokter hewan atau penyelamat satwa di daerah Anda.
Tembolok yang menggembung berisi udara adalah hal yang berbeda. Ras pouter seperti English Pouter menggembungkan temboloknya saat pamer, dan itu normal bagi mereka.
Tembolok asam biasanya berkaitan dengan infeksi di tembolok, dan karena mengganggu proses pencernaan burung, gangguan ini harus cepat dikenali dan ditangani.
Apa itu tembolok dan apa fungsinya?
Tembolok adalah bagian penting dari sistem pencernaan merpati (opens in new tab).
Tembolok adalah perpanjangan kerongkongan dan bagian dari saluran pencernaan, berupa kantong tempat makanan disimpan sebelum dicerna.
Dalam istilah ilmiah, tembolok disebut ingluvies.
Kantong berotot yang berdinding tipis dan bisa melar ini terletak di dekat kerongkongan dan biasanya tidak terlihat pada merpati.
Tembolok merpati punya tiga fungsi utama:
- Keamanan: merpati bisa makan banyak dengan cepat lalu pergi dari sumber makanan, jadi tidak perlu berlama-lama di satu tempat.
- Gizi: burung bisa makan lebih banyak dari yang dibutuhkan dan menyimpan kelebihannya untuk nanti, saat mungkin tidak ada makanan.
- Berkembang biak: di sinilah susu tembolok dibuat dan disimpan untuk meloloh piyik merpati.
Apa itu tembolok asam?
Tembolok asam adalah masalah yang umum pada merpati.
Tembolok lambat kosong atau berhenti kosong, dan makanan yang tertinggal di dalamnya berfermentasi dan menjadi “asam”. Infeksi ragi (Candida) sering terlibat, entah sebagai penyebab atau akibat.
Pemicu yang umum antara lain pakan berjamur atau rusak, kesalahan saat meloloh piyik dengan tangan (formula terlalu dingin, terlalu banyak, atau terlalu sering), dan infeksi lain seperti canker yang memperlambat kerja tembolok.
Biasanya terjadi ketika makanan tersimpan terlalu lama di tembolok.
Makanan mulai terurai dan berfermentasi, sehingga keseimbangan bakteri pencernaan alami burung terganggu dan jamur candida yang memang sudah ada di tembolok menjadi aktif dan berkembang.
Makanan yang berfermentasi berasa dan berbau asam.
Tembolok asam juga bisa terjadi pada merpati muda akibat dibesarkan dan diloloh dengan tangan.
Bagaimana tembolok asam memengaruhi merpati?
Tembolok asam berdampak buruk pada kesehatan dan kehidupan sehari-hari merpati dalam berbagai cara.
Gejala yang paling umum pada burung yang sakit antara lain:
- Tembolok membengkak dan tampak menggembung seperti balon berisi banyak air.
- Tidak berminat makan. Merpati tidak mau makan apa pun.
- Bau asam yang menyengat, yang langsung tercium jika Anda membuka paruh merpati dan mencium bagian dalamnya.
- Berat badan turun drastis akibat nafsu makan yang berkurang karena tembolok asam.
- Merpati mulai jelas terlihat mengibas-ngibaskan dan menggeleng-gelengkan kepalanya, tanda ia merasa tidak nyaman dengan tembolok yang bengkak dan berisi cairan.
- Sebagian merpati dewasa yang tidak nyaman bisa mulai mencabuti bulunya.
- Bisa terjadi muntah berulang kali, dan muntahannya sering berbau busuk akibat proses pengasaman di dalam tembolok.
- Pada infeksi yang lebih ringan, Anda mungkin juga melihat tanda sariawan berupa bintik-bintik putih kecil di tenggorokan. Sebagian orang sering mengira ini canker.
Cara menangani tembolok asam pada merpati
Selalu usahakan mendapat bantuan dan arahan dokter hewan jika Anda menduga merpati Anda terkena tembolok asam.
Tembolok asam bisa mematikan, terutama pada piyik, jadi anggap perawatan di rumah hanya sebagai pertolongan pertama, sebaiknya setelah berbicara dengan dokter hewan, sambil Anda membuat janji di klinik hewan yang mau menangani merpati.
1. Puasa:
Untuk merpati dewasa, singkirkan pakan selama paling lama 12 sampai 24 jam, tetapi tetap sediakan air bersih kecuali dokter hewan berkata lain. Jangan pernah memuasakan piyik.
Ini memberi waktu agar tembolok burung mulai kosong secara alami sebanyak mungkin.
Jika berhasil, pembengkakan dan rasa tidak nyaman bisa berkurang dibanding jika burung terus makan, apalagi jika pakan yang rusak adalah pemicunya.
Pisahkan burung Anda, baik agar Anda bisa mengatur makanannya maupun karena infeksi yang mendasarinya, misalnya canker, bisa menular ke burung lain.
2. Cuka apel:
Sebagian peternak menambahkan sedikit cuka apel ke air minum setelah tembolok kosong. Jangan menyemprotkan cairan ke paruh dengan spuit kecuali dokter hewan sudah menunjukkan caranya, karena burung bisa menghirupnya.
Cuka apel populer di kalangan peternak merpati (opens in new tab), yang percaya cuka apel membuat tembolok kurang disukai ragi, tetapi bukti ilmiahnya sedikit dan cuka apel bukan obat tembolok asam.
Pastikan Anda mengikuti petunjuk pengenceran di botol cuka apel yang Anda pilih.
3. Mengakhiri puasa:
Setelah tembolok kosong, biarkan merpati minum air. Airnya harus suam-suam kuku, dan mula-mula hanya beberapa teguk.
Beri juga makanan padat yang lunak sebanyak kira-kira satu sendok teh.
Saat itu burung sudah lama berpuasa, jadi memberi makanan sedikit demi sedikit penting untuk mencegah kelebihan makan atau minum.
Ditambah lagi, kemungkinan besar temboloknya masih meradang.

Sampai merpati Anda bisa diperiksa dan diobati dokter hewan dengan benar, yang bisa Anda lakukan setelah langkah-langkah ini hanyalah memantau perkembangan dan keadaannya, dan rutin memeriksa apakah tembolok asamnya berkurang atau hilang.
Lama-lama Anda bisa menambah jatah makan dan minumnya secara bertahap sampai kembali normal.
Hal lain yang perlu diketahui:
- Pijatan lembut pada tembolok kadang dipakai untuk menghancurkan isinya, tetapi lakukan hanya jika dokter hewan sudah menunjukkan caranya: mendorong isi tembolok ke atas bisa membuat burung tersedak atau menghirup cairan.
- Hindari ramuan manis seperti tetes tebu atau madu, yang bisa menjadi makanan ragi.
- Jangan memberi garam Inggris (Epsom salt) atau minyak dengan spuit tanpa saran dokter hewan.
- Jika tembolok masih belum kosong setelah 12 sampai 24 jam, burung perlu ke dokter hewan, yang mungkin perlu mengosongkan tembolok dengan aman.
Obatnya tergantung penyebab, jadi harus dipilih dokter hewan, dan sebagian besar perlu resep. Pilihan yang umum antara lain:
- Nistatin, pilihan pertama yang biasa untuk infeksi ragi di tembolok
- Flukonazol atau antijamur lain untuk infeksi ragi yang membandel
- Antibiotik, tetapi hanya jika infeksi bakteri sudah dipastikan, karena antibiotik yang tidak perlu bisa memperparah infeksi ragi
- Obat canker, jika itu penyebab yang mendasarinya
Cara mencegah tembolok asam pada merpati
Salah satu cara penting mencegah gangguan pencernaan pada merpati adalah memastikan mereka selalu bisa mendapat grit yang berkualitas.
Merpati butuh grit di ampela untuk menggiling biji utuh, jadi grit yang bersih dan berkualitas membantu seluruh proses pencernaannya.
Selain grit yang berkualitas, tentu Anda juga ingin pakan yang Anda berikan bermutu terbaik.
Pastikan merpati Anda mendapat pakan yang baik, berupa campuran biji-bijian, benih, buah, dan tumbuhan lain yang dianjurkan, agar peluangnya terkena tembolok asam sekecil mungkin.
Yang paling penting soal pakan adalah rajin memeriksa agar tidak ada bagian bahan atau campuran pakan yang berjamur.
Jika ada pakan yang rusak, segera buang.
Jika burung lain di kandang masih punya sisa pakan yang rusak, segera buang dan cuci tempat pakan sampai bersih sebelum diisi pakan baru.
Anda bisa sangat mengurangi risiko tembolok asam jika teliti dan cermat merawat burung Anda.
Jangan berhemat soal mutu pakan dan grit yang Anda berikan; merpati Anda akan berterima kasih!
Panduan ini berisi informasi umum. Jika burung terluka atau sakit parah, segera bawa ke dokter hewan burung atau dokter hewan eksotik, atau ke tempat rehabilitasi satwa liar.
Sumber:
- Force-feeding and candidiasis in pigeons (dalam bahasa Inggris) (opens in new tab)
- Systemic Clinical and Metabolic Diseases (dalam bahasa Inggris) (opens in new tab)
Terakhir diperbarui: 4 November 2026 · Kesehatan
